Potensi nilai tukar TWD ke Rupiah turun hingga diposisi 511

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan mengalami penguatan tipis pada perdagangan hari ini, Selasa (15/9/2020). Perdagangan akan dibuka pada pukul 09.00 WIB.

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini
foto : Jabarnews

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah mengalami penguatan 10 poin pada perdagangan kemarin. Rupiah dibuka di posisi Rp14.934 dan ditutup di level Rp14.880 per dolar AS.

“Dalam perdagangan hari ini ada kemungkinan rupiah akan menguat tipis di level 14.850-14.930,” tulisnya melalui keterangan resmi, Selasa (15/9/2020).

Menurut Ibrahim, tekanan terhadap rupiah relatif berkurang karena pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta tidak seketat yang diumumkan semula. Untuk diketahui, rencana penerapan PSBB diumumkan pada 9 September 2020 oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Semula, Pemprov DKI Jakarta berniat menerapkan PSBB total. Namun, Pemprov DKI Jakarta melunak dengan memperbolehkan sebelas kegiatan usaha beroperasi selama memenuhi beberapa kriteria.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah berhasil menguat bersama mayoritas mata uang Asia lainnya.

Pemerintah justru untung saat dollar AS melambung
foto : Alinea

Secara umum, selama sepekan terakhir rupiah sudah melemah 0,96 persen, sekaligus menjadi mata uang terlemah di Asia. Selain rupiah, ringgit Malaysia dan dolar Singapura juga melemah masing-masing 0,1 persen dan 0,26 persen.

Sementara itu, baht Thailand, yen Jepang dan yuan China terpantau menguat masing-masing 0,29 persen, 0,07 persen, dan 0,12 persen.

Ahli Strategi Pasar IG Asia di Singapura Jingyi Pan mengatakan bahwa mata uang negara berkembang di Asia, termasuk rupiah, berhasil menguat bersamaan dengan pasar ekuitas regional seiring dengan optimisme pasar terkait vaksin Covid-19.

Hal itu telah mendorong minat investor untuk kembali berpihak kepada aset-aset berisiko. Adapun, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang utama bergerak melemah 0,3 persen ke level 93,054.

foto : Redaksi IndoGo

“Sementara fluktuasi pasar AS tetap menjadi faktor utama dalam mendorong pergerakan nilai tukar di Asia, perkembangan vaksin, dan perbedaan perkembangan kasus positif Covid-19 juga memainkan peran penting,” ujar Pan seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (14/9/2020)

Sumber bisnis.com

 274 

You cannot copy content of this page