Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah 10 poin atau 0,07 persen ke level Rp14.805 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih tertekan pada perdagangan hari ini, Rabu (23/9/2020).

foto : Harian Singgalang

Kemarin, Selasa (22/9), nilai tukar rupiah di pasar spot turun 0,58 persen menjadi Rp14.785 per dolar AS, meskipun sempat dibuka pada level Rp14.700 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia mencatat rupiah melemah 0,40 persen menjadi Rp14.782 per dolar AS.

Indeks dolar AS di sisi lain menguat 0,11 persen menjadi 93.756 pada Selasa (22/9/2020) pukul 15.38 WIB. Indeks yang mengukur kekuatan mata uang AS terhadap beberapa mata uang utama dunia itu mencetak reli dalam kecepatan tertingginya sejak Juni 2020.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan pelemahan rupiah kemarin tertekan oleh wacana amandemen UU Bank Indonesia yang membuat investor khawatir mengenai independensi bank sentral.

foto : Rappler

“Pasar kembali kecewa dan berimbas terhadap aliran modal asing dilaporkan mulai keluar dari pasar valas, obligasi dan Surat Utang Negara (SUN), yang tentunya bisa memberikan efek negatif ke pasar keuangan,” kata Ibrahim, Selasa (22/9/2020).

Selain itu, Ibrahim menambahkan, permintaan valas korporasi yang meningkat menjelang akhir kuartal III/2020 juga membebani pergerakan rupiah.

Adapun, perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia yang memerlukan dolar AS akan menjual rupiah untuk melakukan pembayaran utang, dividen, dan lainnya.

Investor tampak kembali mengoleksi dolar AS sebagai aset safe haven karena isu kekosongan kursi Hakim Agung di Negeri Paman Sam menambah kekhawatiran terhadap Pemilu AS yang akan diselenggarakan pada November.

“Persaingan mengenai posisi di Mahkamah Agung mengurangi waktu pembahasan stimulus sehingga saham-saham turun serta pasar memburu obligasi dan dolar AS,” kata Head of Metals Derivatives Trading BMO Capital Markets Tai Wong, seperti dikutip Bloomberg pada Selasa (22/9/2020).

Sumber Bisnis.com

Loading

You cannot copy content of this page