1 Meninggal 8 Luka-luka Setelah Sebuah Alat Berat Jatuh Menimpa MRT Taichung

Pada Hari Rabu (10 Mei) pukul 12:29 malam, sebuah alat berat proyek konstruksi di jalan 5 Selatan Wenxin dan Jalan Wenxin di Distrik Nantun jatuh menimpa atas kereta MRT Taichung yang bergerak di dekat Stasiun Taman Feng-le pada Jalur Hijau Metro Taichung sehingga menewaskan satu penumpang dan melukai delapan lainnya.

Bagian sisi dan depan kereta mengalami kerusakan yang cukup parah, Dapat dilihat dari gambar diatas pecahan kaca berserakan dimana-mana, dan beberapa kursi di dalam kereta lepas dari tempatnya.

Polisi mengatakan di antara delapan penumpang yang terluka adalah dua siswa sekolah dasar yang kakinya tergores oleh pecahan kaca. Seorang warga negara asing dikirim ke rumah sakit terdekat setelah menderita luka robek di kepala.

Penumpang yang meninggal adalah seorang wanita berusia 52 tahun bermarga Lin (林). Ia terjebak di bawah gerbong saat kecelakaan itu terjadi. Ketika responden pertama berhasil mengeluarkan wanita itu dari bawah gerbong, mereka menemukan bahwa dia menderita trauma kepala yang parah dan tidak menunjukkan tanda-tanda vital.

Ambulan pun segera membawa korban ke rumah sakit terdekat namun beliau meninggal sebelum mencapai rumah sakit, lapor SET News. Brigade Pemadam Kebakaran Taichung mengatakan saat alat berat tersebut jatuh, kereta masih bergerak dan wanita itu terdorong keluar dari gerbong, sehingga menyebabkan dia tertimpa di bawah kereta.

Penyebab kecelakaan saat ini sedang diselidiki. Menurut pengumuman di situs web MRT Taichung, kereta api dari Stasiun Utama Beitun ke Stasiun Balai Kota Taichung dan dari Stasiun Jiuzhangli ke Stasiun HSR Taichung saat ini menyediakan layanan parsial.

Carlin Bardsley, seorang saksi mata yang duduk di bagian paling depan kereta Green Line, mengatakan kepada Taiwan News bahwa kereta dihentikan di stasiun metro Feng-le Park ketika sebuah alat berat konstruksi tiba-tiba jatuh ke rel di depannya. Bardsley mengatakan bahwa saat kereta mulai bergerak maju, seorang anggota staf TMRT di peron stasiun melambaikan tangannya untuk menginstruksikan kereta untuk berhenti.

Kereta MRT Taichung yang ditumpangi Bardsley adalah kereta lokomotif tanpa pengemudi. Ia mengatakan bahwa seorang petugas TMRT dengan putus asa berteriak kepada operator pusat komando di headset-nya untuk menghentikan kereta, namun naasnya, kereta terus melaju dan menabrak reruntuhan derek.

Bardsley mengatakan sepotong puing menghantam dahinya dan menyebabkan luka robek dan benturan keras.

Menurut Bardsley, para penumpang digiring oleh staf TMRT ke lorong darurat, dan setelah itu dia ditempatkan di ambulans. Dia mengatakan semua personel “sangat membantu dan profesional.”

Sumber : Taiwan News

Loading

You cannot copy content of this page