Topan Khanun Tiba, Warga Korea Utara Diminta Utamakan Jaga Foto Kim Jong Un

Foto : CNN INDONESIA

Foto: Patung pendiri Korea Utara Kim Il Sung dan Kim Jong Il di ibu kota Pyongyang, Korea Utara. (Sumber: Ed JONES / AFP)

Korea Utara memerintahkan seluruh warganya memprioritaskan menjaga foto pemimpin mereka, Kim Jong Un, dan keluarganya menyusul Topan Khanun yang akan menghantam negara tersebut.

Setelah melanda Jepang dan Korea Selatan, Topan Khanun diprediksi akan melewati sejumlah wilayah di Korea Utara termasuk ibu kota Pyongyang mulai Jumat (11/8).

Kantor berita Korut, KCNA, melaporkan militer dan Partai Buruh Korea Utara memerintahkan warga dan pemerintah setempat menyiapkan langkah-langkah mitigasi banjir dan menyelamatkan hasil panen. Pejabat pemerintah Korea Utara juga meyakinkan bahwa ekonomi negara tak akan terdampak imbas bencana alam, termasuk badai.

Namun, para pejabat Korea Utara juga menegaskan “fokus utama” warga Korea Utara dalam menghadapi topan Khanun adalah “memastikan keamanan” potret, patung, mozaik, mural, hingga monumen para pemimpinnya terutama Pemimpin Tertinggi Kim Jong Un, sang ayah, dan kakeknya.

Dikutip ABC News, Korut memang sangat mengagungkan keluarga Kim yang berkuasa dan sangat protektif terhadap citra dinasti tersebut. Potret Kim Jong Un serta ayah dan kakeknya, Kim Jong Il dan Kim Il Sung terpasang di mana-mana mulai dari tempat publik, lembaga pemerintah, sekolah, sampai rumah warga.

Meski kekuatan Topan Khanun telah diturunkan menjadi badai tropis, dampaknya diperkirakan bisa tetap besar bagi Korea Utara. Sebab, saat ini, Korea Utara masih dilanda kelaparan hingga krisis pangan. Pada Februari, Kim Jong Un bahkan menggelar pertemuan Partai Buruh untuk secara khusus mengatasi kekurangan pangan dan masalah pertanian.

Di Korea Selatan dan Jepang, Topan Khanun pun menyebabkan belasan ribu rumah mengalami padam listrik dan mengganggu jadwal penerbangan.

Gelaran Jambore Pramuka Dunia di Korea Selatan juga semakin kacau akibat Topan Khanun, di mana panitia dan pemerintah terpaksa mengevakuasi lebih dari 43 ribu peserta dari 150 negara.

Sumber : CNN INDONESIA

Loading

You cannot copy content of this page