Ini Alasan Mengapa Dilarang Makan dan Minum di MRT

Foto : Taiwan News

Alasan tersebut telah mendapat dukungan dan pemahaman dari pengendara, yang juga percaya tindakan tersebut dapat membantu mengusir kecoak dan tikus. Salah satu komentar mengatakan kecoa disalahkan karena membahayakan sistem kereta api, karena pestisida tidak banyak berguna, dan yang lain mengatakan MRT tidak ditujukan untuk perjalanan jarak jauh sehingga larangan tersebut dinilai masih masuk akal.

Mass Rapid Transit Act (大眾捷運法) menetapkan bahwa denda antara NT$1.500 (750 ribu rupiah) dan NT$7.500 (3,75 juta rupiah) akan dikenakan untuk minum, makan, mengunyah permen karet atau buah pinang (betel nut), meludahkan dahak atau sari buah pinang, atau membuang sampah sembarangan saat memasuki platform kereta MRT.

Namun, ada pengecualian. Orang dapat mengakses ruang menyusui untuk memberi makan bayi, dan mereka yang perlu minum obat atau mengalami gula darah rendah dapat makan atau minum setelah memberi tahu staf stasiun.

Seorang jurnalis dari Insider yang mengendarai sistem kereta bawah tanah pada tahun 2019 mengatakan bahwa ia terkesan dengan keunggulan Metro Taipei, termasuk larangan makan, pegangan individu, navigasi yang mudah, gerbang keselamatan di peron (platform), dan tingkat ketepatan waktu yang sempurna.

Metro Taipei membanggakan kebersihan dan efisiensinya, tetapi pengunjung asing mungkin merasa malu saat diberitahu untuk tidak minum atau makan di MRT. Mengapa?

Meskipun orang-orang mungkin seringkali mengaitkan larangan tersebut dengan menjaga kebersihan kereta, tetapi peraturan ini lebih dari sekadar menjaga kebersihan lingkungan stasiun dan kereta. Lebih penting, ternyata tindakan tersebut dilakukan untuk mencegah adanya remah-remah makanan yang kemungkinan besar dapat menarik serangga atau hewan kecil, yang kemudian dapat merusak sistem otomatis hingga menyebabkan gangguan layanan, kata Taipei Metro dalam sebuah postingan Facebook.

Sumber : Taiwan News

Loading

You cannot copy content of this page