Wabah Pneumonia di China: Rumah Sakit Penuh

Foto : CNBC Indonesia

China saat ini menghadapi lonjakan yang signifikan dalam kasus penyakit pernapasan, yang secara khusus menyerang anak-anak dan membuat rumah sakit tingkat kota kewalahan. Global Times melaporkan bahwa Rumah Sakit Anak Beijing menerima lebih dari 9.000 pasien setiap hari, mengakibatkan kapasitas penuh selama dua bulan terakhir. Klinik rawat jalan, klinik anak, dan departemen pernapasan di beberapa rumah sakit di Beijing juga dilaporkan terpesan selama tujuh hari ke depan.

Gambar dan video yang beredar online serta di media pemerintah menunjukkan ruang tunggu yang padat dengan tempat tidur yang berjejer di lorong rumah sakit di Hebei. Orang tua di Jinan melaporkan bahwa separuh siswa di kelas anak mereka mengalami sakit.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini menyatakan keprihatinan mereka atas peningkatan “pneumonia yang tidak terdiagnosis” di rumah sakit anak-anak di Beijing, Liaoning, dan wilayah lain di China. Data yang ada menunjukkan tingkat penyakit mirip flu telah meningkat dua kali lipat dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Pada konferensi pers Minggu (26/11/2023), Komisi Kesehatan Nasional mendesak pemerintah daerah untuk membuka lebih banyak klinik demam, memperpanjang jam layanan, dan meningkatkan pasokan obat-obatan. Wang Huaqing, kepala imunisasi Komisi Kesehatan Nasional CDC, menekankan pentingnya mematuhi kebiasaan higienis, seperti memakai masker, ventilasi yang baik, mencuci tangan secara teratur, dan mendorong kelompok rentan untuk menerima vaksin.

Meskipun tidak ada patogen baru yang terdeteksi, penyebab utama yang berkontribusi pada penyebaran virus adalah datangnya musim dingin, yang tahun ini merupakan musim dingin pertama di China sejak negara itu mencabut kebijakan nol Covid, hampir setahun yang lalu.

Namun menurut Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan wabah pneunomia yang menyerang banyak anak di China, bukan disebabkan oleh virus atau bakteri baru seperti Covid-19.

Sumber : CNBC Indonesia

Loading

You cannot copy content of this page