Renungan: Kunci Komunikasi dengan Allah SWT Ada di Doa!

Salah satu andalan bagi umat beragama adalah doa. Ya, doa adalah senjata orang-orang beriman. Bahkan, ia adalah saripati segala bentuk ibadah.

Dengan doa itu pula manusia bisa “mengawal” kerjanya untuk menggapai sukses dan pencapaian-pencapaian monumental.

Sayyedul Istegfar – IslamInLife
foto : islaminlife

Di sisi lain, mobilisasi doa kerap dilakukan oleh suatu kaum dalam bentuk istighotsah rutin guna dimudahkan segala urusan mereka dalam belajar dan membangun diri, bahkan demi kedamaian suatu negara/wilayah.

Singkat kata, tak satupun hal-hal baik dalam hidup ini yang tak dimulai dengan doa. Dalam teramat banyak hal, tak bisa kita selesaikan urusan hidup ini sendirian.

Memang, doa juga merupakan upaya manusia untuk merundingkan nasibnya dengan sang Pencipta.

Oleh karena kita tidak tahu dari lisan yang mana doa akan terkabul, tugas kita hanya memperbanyak doa dan minta didoakan kepada sebanyak mungkin manusia, terutama kepada orang tua dan guru, bahkan kepada siapapun yang berbeda dari kita.

Kabar baiknya, ijabah Allah SWT telah mendahului seluruh doa manusia. Bahkan, oleh karena Dia Maha Mangabulkan segala doa, dijadikan-Nya kita senantiasa bermohon kepada-Nya. Dan, hanya ada satu bukti bahwa doa kita terkabul: tindakan!

Namun demikian, siapkah kita jika doa dikabulkan oleh Tuhan dengan sangat segera dan atau diijabah dalam bentuk yang tidak kita suka?

Namun yang patut Anda ketahui adalah, untuk memperoleh sesuatu, Anda harus melepas, untuk menerima Anda harus memberi, semakin banyak Anda memberi, kian banyak pula Anda mendapatkan, seperti petani yang memberikan bibitnya ke tanah, pada saatnya nanti ia akan panen dari tanah.

Ditengah-tengah beratnya tugas dan beban pekerjaan yang menimpa kita setiap hari simaklah hal-hal berikut :

1. Kerjakanlah apa yang bisa kamu kerjakan hari ini, jangan tinggi hari esok.

Tidak ada pekerjaan yang susah, yang ada mau atau tidak kita mengerjakannya. Tetap fokus dan pelihara semangat, maka kekuatan itu muncul dengan sendirinya

2. Jangan menunda pekerjaan yang anda cintai, dan beranilah menanggung resiko

Usia Anda terus bertambah seiring berjalannya waktu, sedangkan untuk beberapa pekerjaan terdapat batas maksimum bekerja. Selagi masih energik, manfaatkanlah seluruh energi untuk berkarya. Jangan pernah membuang-buang waktu untuk hal yang tidak berguna

3. Berfikir positif

Kunci utama menjalani hidup yang berkualitas ada di pikiran. Jika berpikiran positif, maka setiap masalah dan hambatan yang datang akan bisa dilalui dengan baik. Anda pun akan mencintai pekerjaan Anda seberat apapun masalah Anda temukan.

Tentu saja jika dihadapi dengan sikap positif, Anda tidak akan menganggap masalah itu sebagai sebuah hambatan, melainkan sebagai sebuah peluang untuk menjadi lebih maju. Cintailah teguran dan belajarlah dari kesalahan.

4. Investasikan kemampuan

Sering kali kita tidak bersemangat memulai suatu pekerjaan karena kita merasa tidak mampu melakukannya. Belajarlah berani mencoba. sekali, dua kali, tiga kali, bahkan berkali-kali akan menjadikan kita mampu melakukannya.

3 Kisah Nyata Keajaiban Kalimah Istighfar, Ketika Hal yang ...
foto : tribunnews

5. Berserahlah dan iklas

Segala usaha sudah kita coba, segala upaya sudah kita lakukan untuk menyelesaikan pekerjaan maka serahkanlah semua pekerjaan kita kepada sang maha pencipta.

Kunci terpenting dalam hidup adalah belajar mengikhlaskan dan menerima setiap hasil yang akan kita terima atas pekerjaan kita dan jangan lupa bersyukur.Semoga apa yang kita kerjakan akan jadi berkah.

Sumber : Nasihat ID, NU Online

 365 

You cannot copy content of this page