Golongan Orang Munafik dalam Al-Qur’an

Munafik adalah sifat yang sangat dibenci oleh Allah SWT. Lain di mulut, lain di hati. Inilah istilah yang tepat untuk menggambarkan seorang yang munafik.

Munafik atau nifak adalah perbuatan di mana seseorang hanya akan menampakkan sisi baiknya saja, dibanding sisi buruk. Sudah jelas, orang yang memiliki sifat munafik ini berbahaya. Mereka pandai memainkan peran layaknya aktor, memasang wajah manis di hadapan semua orang padahal dibalik itu ia amatlah buruk.

foto : shutterstock

Bukan hanya Allah SWT, semua orang juga pasti sangat membenci orang yang “berwajah dua”.

Dalam Islam, munafik adalah golongan manusia yang derajatnya lebih rendah dari pada Muslim biasa. Seseorang yang senang sekali mengatakan sesuatu yang berbeda dari seharusnya ini memiliki ciri-ciri yang tercantum dalam Alquran.

Inilah ciri-ciri orang munafik yang telah tercantum dalam Alquran yang telah dirangkum dari berbagai sumber:

1. Ingkar janji

Ciri-ciri yang pertama adalah ingkar janji. Orang munafik, tentu semua perkataannya sulit sekali dipercaya apalagi ditepati. Orang munafik akan cenderung sulit memegang janji sendiri, terlebih pada semua janji yang telah ia lakukan ke banyak orang.

Dalam Islam, menepati janji itu hukumnya wajib. Ini juga telah tercantum dalam QS. An-Nahl ayat 91 yang artinya:

“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.”

2. Dusta

Dusta atau bohong adalah tindakan yang juga tidak disukai oleh Allah SWT, selain ingkar janji. Itulah kenapa ada manusia juga tidak suka dibohongi.

“Tanda orang munafik ada tiga, salah satunya adalah jika berbicara dia dusta.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ada banyak motif kenapa orang berbohong, terlepas dari itu, berbohong sudah pasti suatu tindakan sadar yang dilakukan agar lawan bicara percaya dengan apa yang kita katakan.

Meskipun ada beberapa orang yang menyebutkan berbohong demi kebaikan. Tapi, yang namanya bohong tetaplah bohong. Dan itu jelas bukan menunjukkan perilaku jujur dan merupakan tindakan yang dibenci oleh agama.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ahzab ayat 24 yang artinya: “Supaya Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya, dan menyiksa orang munafik jika dikehendaki-Nya, atau menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

3. Khianat

Khianat adalah lawan dari amanah. Jika amanah adalah melaksanakan kewajiban yang sudah disanggupi, maka khianat sebaliknya, yaitu berlaku curang atau membatalkan kewajiban. Ini salah satu ciri-ciri orang munafik.

Semua hal yang kita nikmati di dunia, selain dari kerja keras dan usaha, itu adalah bentuk titipan dari Allah SWT. Bila Allah SWT telah menitipkan sesuatu kepada kita, sudah sepatutnya untuk menjaga titipan itu dalam kebaikan.

Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nisa ayat 58 yang artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh kalian menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya….”

Tapi, jika orang munafik, mereka akan mengingkari apa yang sudah dititipkan alias tidak menjaganya dengan baik, bahkan akan menghancurkannya.

4. Malas beribadah

Selain berbohong, berdusta, dan berkhianat, orang yang malas beribadah pun termasuk salah satu dari ciri-ciri orang munafik. 

Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nisa ayat 142 yang artinya:

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.”

Orang munafik akan selalu menganggap salat itu menjadi beban yang berat untuk dijalani. Jadi, apa susahnya menyisihkan sedikit waktu untuk melaksanakan salat wajib?

5. Bersumpah palsu

Nah, selanjutnya adalah orang-orang yang selalu dengan mudahnya mengucapkan “Demi Allah” tanpa memikirkan dosa atau akibat yang akan diterima dari sumpah palsu tersebut.

Perihal orang yang suka memberikan sumpah palsu ini telah dijelaskan dalam Alquran surat Al-Munafiqun ayat 2 yang artinya: “Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.”

6. Fujur dalam pertikaian

Fujur atau selalu ingin merasa menang sendiri alias tidak menerima kekalahan adalah sikap dari orang-orang munafik.

Allah SWT berfirman dalam QS. Asy-Syams ayat 7-10 yang artinya:

“Demi jiwa serta penyempurnaan ciptaannya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.”

Allah SWT memberikan jiwa manusia dua sifat, yakni fujur (kefasikan) dan taqwa. Kedua sifat ini saling berlawanan. Di mana sifat fujur diciptakan untuk memaksimalkan sifat taqwa setiap manusia agar menjadi pribadi yang mulia.

Orang yang memilih jalan fujur akan membiarkan akalnya melanglang buana melalui jalan sesat sehingga pemikirannya akan berseberangan dengan fitrah penciptanya. Akibatnya, imannya akan menjadi lemah. Inilah kenapa fujur diciptakan untuk menguatkan ketaqwaan seseorang.

foto : griyakeluargasakinah

7. Riya

Sifat sombong yang sangat tercela dan dibenci Allah SWT adalah riya. Riya atau sombong adalah perilaku yang sampai saat ini masih ada saja orang yang melakukannya. Mereka cenderung sombong dengan apa yang mereka miliki, sehingga membuat dirinya menjadi orang yang tinggi hati dan jahat.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ma’mun ayat 4-7 yang artinya: “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya, orang-orang yang berbuat riya, dan enggan (menolong dengan) barang berguna, sedikit berzikir.”

Itulah tujuh ciri-ciri yang harus dijauhi setiap manusia agar terjauh dari sifat munafik. Semoga kita semua terhindar dari sifat tercela ini.

Sumber : Adi Hidayat Official

 833 

You cannot copy content of this page