Usai 3 Aksi Bunuh Diri, Pihak NTU Nyalakan Lilin dan Minta Mahasiswa Jalani Konseling!

Pihak Univesitas Nasional Taiwan (NTU) mengatakan bahwa pihak kampus mengadakan momen menyalakan lilin pada Sabtu (14/11/2020) malam untuk menumbuhkan rasa hangat dan mengenang aksi tragis yang terjadi di kalangan komunitas mahasiswa NTU setelah 3 peristiwa bunuh diri terjadi selama pekan kemarin.

Acara yang berlangsung pada pukul 10 malam Sabtu di depan Perpustakaan Utama NTU ini diselenggarakan di akhir minggu dimana dua mahasiswa meninggal dunia dan seorang lainnya luka-luka dalam insiden terpisah di kampus ternama di Taipei.

Laporan media lokal Taiwan menyebutkan bahwa seorang siswa ditemukan tewas di kamar asramanya dalam aksi bunuh diri, sementara dua lainnya dilaporkan jatuh dari gedung kampus, yang mana salah satunya ditemukan meninggal di lokasi kejadian.

Dalam sebuah video yang diposting di halaman Facebook NTU pada hari Sabtu, Presiden NTU, Kuan Chung-ming menggambarkan pengalamannya sendiri dalam menghadapi trauma psikologis dan mengatakan penting dalam kasus seperti itu untuk mencari bantuan profesional dan dukungan dari keluarga dan juga teman.

Kuan juga mendorong mahasiswa NTU lainnya untuk menjangkau orang lain yang mungkin mengalami masalah psikologis atau merasa depresi.

“Senyuman Anda, ucapan salam dan perhatian Anda, bisa sangat membantu mengubah pandangan seseorang,” kata Kuan.

Dalam wawancara media lokal pada hari sebelumnya, Kuan mengatakan bahwa pihak NTU memberikan layanan konseling kepada mahasiswa yang telah menyaksikan insiden tersebut dan memeriksa semua orang yang telah mencari konseling di masa lalu.

Pihak NTU telah merilis sedikit detail dari tiga insiden tersebut dan telah mengimbau media untuk tidak membuat hal ini menjadi sensasional, karena takut memicu tindakan peniru dari mahasiswa lainnya.

Pada hari Senin (09/11), seorang mahasiswi berusia 20 tahun jatuh dari gedung kampus NTU dan kemudian dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit NTU.

Pada hari Rabu (11/11), seorang mahasiswa pria berusia 26 tahun ditemukan tewas di kamar asramanya setelah anggota keluarga melaporkan bahwa mereka tidak dapat menghubunginya.

Pihak berwenang mengatakan mereka menemukan catatan bunuh diri di tempat kejadian dan menduga bahwa pria itu nekat bunuh diri dengan gantung diri karena depresi akibat penyakit yang dideritanya.

Sedangkan pada hari Jumat (13/11), seorang siswa laki-laki berusia 22 tahun ditemukan tidak sadarkan diri dan dengan beberapa luka setelah jatuh dari gedung Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Hingga Sabtu (14/11), kondisi mahasiswa tersebut sudah sadar dan dalam kondisi stabil, menurut keterangan dari pihak NTU.

Sumber : 三立LIVE新聞, 壹電視NEXT TV, 寰宇新聞 頻道, CNANews

Loading

You cannot copy content of this page