Sudah Terima Dosis Lengkap, Bolehkah Divaksin Corona Lagi Beda Merek? Simak Penjelasan Ahli!

Vaksinasi Covid-19 masih terus digencarkan di Indonesia di tengah lonjakan kasus selama beberapa waktu belakangan.

Beberapa merek vaksin Covid-19 yang sudah digunakan di dalam negeri seperti Sinovac dan AstraZeneca. Keduanya diberikan dua dosis dengan interval berbeda, Sinovac 28 hari, sedangkan AstraZeneca 12 minggu.

Ganti Vaksin Covid-19 Beda dari Dosis Pertama, Apa Boleh?
foto : SehatQ

Berdasarkan data Satgas Covid-19, per Selasa (29/6), ada total 27,4 juta orang telah menerima dosis vaksin pertama, dan 13,1 juta orang mendapat dosis kedua. Sementara target sasaran vaksinasi Covid-19 untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) yakni 181.554.465 orang.

Vaksin Covid-19 memang dapat membuat antibodi tubuh lebih kebal terhadap virus SARS-CoV-2. Orang yang positif Covid-19 setelah diberikan vaksin cenderung lebih cepat pulih dan tidak bergejala berat.

Oleh sebab itu, mulai banyak orang mencari vaksin Covid-19 agar lebih terlindungi. Beberapa orang bahkan sudah memikirkan untuk mendapat vaksin Covid-19 lainnya, setelah menerima dosis lengkap.

Namun bolehkah mendapat vaksin Covid-19 dari merek yang berbeda, setelah menerima dosis lengkap?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi Imunologi, Iris Rengganis mengatakan, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui khasiat dan keamanan dari pemberian dua vaksin Covid-19 dengan merek berbeda.

Misalnya seseorang yang telah mendapat dua dosis vaksin Covid-19 Sinovac belum tentu aman jika diberikan vaksin Covid-19 AstraZeneca. Begitu juga sebaliknya.

“Belum ada penelitian pemberian dua jenis vaksin Covid-19 yang berbeda, kita belum tahu manfaat dan efek sampingnya kalau diberikan demikian,” kata Iris saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (29/6).

Menurut Iris, pemberian vaksin berbeda merek harus diteliti lebih dulu untuk mengukur efektivitasnya melawan virus Covid-19.

Selain itu, perlu ada kajian efek samping dari pemberian vaksin Covid-19 dari merek yang berbeda.

Setiap vaksin Covid-19 juga dibuat dengan komposisi yang berbeda. Pada kasus Sinovac dan AstraZeneca, keduanya mengandung perbedaan komposisi.

Vaksin Sinovac dengan menggunakan partikel virus SARS-CoV-2 yang tidak aktif atau sudah dimatikan. Sementara AstraZeneca dibuat dengan rekombinan (adenovirus) virus corona.

Hal itu membuat cara kerja vaksin dan efektivitasnya berbeda. Sehingga perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui khasiat dan keamanannya pada kesehatan.

Vaksin Covid-19 Tanpa Suntik Diuji ke 150 Relawan
foto : CNNIndonesia

“Untuk saat ini memang sebaiknya setiap orang pakai satu vaksin Covid-19 dulu mengingat kita belum tahu manfaat dan efek sampingnya kalau diberikan dua vaksin berbeda,” pungkas Iris.

Di sisi lain, ada baiknya untuk memprioritaskan orang yang belum divaksin Covid-19 sama sekali, sebelum menerima dosis baru.

Sumber : Dr. Gerry & Miche, CNN Indonesia

Loading

You cannot copy content of this page