Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) Taiwan dalam konferensi pers yang digelar pada hari Selasa (6/7/2021) mengumumkan bahwa pihaknya berencana untuk melakukan pelonggaran terhadap aturan pembatasan epidemi level 3 di Taiwan jika kondisi tertentu terpenuhi.
Sejak 19 Mei 2021 lalu, Taiwan telah berada di bawah pembatasan pengendalian epidemi level 3, yang telah diperpanjang hingga 12 Juli 2021.
Ketika ditanya wartawan lokal apakah tingkat siaga akan diturunkan mengingat penurunan kasus corona yang stabil akhir-akhir ini, kepala CECC Taiwan, Chen Shih-chung dalam konferensi pers pada hari Selasa mengatakan bahwa jika pada tanggal 13 Juli 2021 mendatang ada langkah-langkah pencegahan yang baik, kemampuan respons dan kontrol intensitas tinggi terhadap situasi pandemi COVID-19 di Taiwan, akan akan ada kemungkinan untuk menurunkan peringatan siaga epidemi corona ke level yang lebih rendah.
Namun, dia mengingatkan bahwa itu masih akan tergantung pada situasi pandemi COVID-19 yang akan terus ditinjau hingga tanggal 12 Juli 2021 sebelum CECC Taiwan membuat keputusan akhir tentang peringatan waspada epidemi di Taiwan yang berlaku secara nasional.
Chen menunjukkan bahwa wabah corona yang dikonfirmasi di sebagian besar kabupaten dan kota di Taiwan telah stabil dan jumlah kasus COVID-19 yang dikonfirmasi di Kota Taipei dan Kota New Taipei menurun.
Dia mencatat bahwa penyaringan skala besar, pelacakan kontak, dan karantina telah membuat beberapa zona merah yang menjadi sumber penularan wabah corona di Taiwan menjadi relatif aman.
Kepala CECC Taiwan mengatakan bahwa perencanaan saat ini menuju ke arah pelonggaran pembatasan epidemi di lokasi publik serta aturan yang dapat mengizinkan pengunjung atau konsumen makan di dalam dan di luar ruangan.
“Tetapi pada akhirnya, epidemi adalah hal yang paling penting, dan pelonggaran pembatasan epidemi bukanlah tujuannya. Tujuan utamanya adalah untuk secara bertahap mengembalikan kehidupan di Taiwan kembali normal setelah epidemi berhasil dikendalikan,” tegas Chen.
Dia menunjukkan bahwa ada dua indikator dimana CECC Taiwan menetapkan pembatan epidemi ke level 3. Pertama, apabila terdapat tiga infeksi cluster corona per minggu. Sedangkan yang kedua, apabila terdapat kurang dari 10 kasus dimana sumber infeksi corona tidak diketahui dalam satu minggu.
Chen mengatakan bahwa meskipun belum ada infeksi cluster corona baru di tingkat komunitas selama beberapa hari terakhir dan tidak ada kasus dengan sumber yang tidak diketahui hingga hari Selasa, maka indikator ini relatif tidak stabil.
Oleh karena itu, Chen menambahkan, saat ini CECC Taiwan sedang mencari indikator yang dapat lebih menunjukkan kemampuan untuk mengendalikan dan merespon wabah serta menentukan tingkat kewaspadaan yang tepat.
Ketika ditanya apakah mungkin ada beberapa pembukaan skala kecil dari pembatasan epidemi level 3 di Taiwan, Chen menekankan bahwa akan ada persyaratan yang sangat ketat.
Misalnya, di masa depan, jika restoran ingin memberlakukan izin makan di dalam ruangan, mereka harus memasang partisi, memastikan jarak sosial yang tepat antara pelanggan yang makan di dalam restoran tersebut, memberlakukan pelacakan kontak dengan sistem pendaftaran nama asli, mengukur suhu pelanggan dan terus menerus mendisinfeksi area makan.
Chen menunjukkan bahwa semua restoran mungkin tidak dapat mencapai langkah-langkah dasar ini dan jika tidak, mereka harus kembali ke aturan larangan makan di tempat dan hanya diperbolehkan pelanggan untuk membungkus pesanan mereka.
Chen berharap para pelaku usaha dan bisnis khususnya di industri makanan di Taiwan dapat mempersiapkan diri untuk menerapkan aturan baru ini sesegera mungkin.
Sumber : udn video, 民視新聞網 Formosa TV News network
![]()
Berita Terkait
GANAS: PMA harus berani lapor jika dapat perlakuan tidak pantas dari majikan
WDA: PMA hanya boleh kirim uang lewat lembaga remitansi resmi untuk hindari penipuan
Taifun Gaemi sebabkan 10 kematian, 2 hilang, dan 904 orang terluka di Taiwan