Diskotik di Taoyuan Digerebek Polisi, PMA Kaburan dan Pengedar Narkoba Terjaring Razia

Dilansir dari media UDNNews, pihak kepolisian kota Taoyuan, wilayah Taiwan bagian utara menggelar razia di sebuah diskotik yang ramai dikunjungi pelanggan yang ternyata melanggar aturan protokol kesehatan (prokes) COVID-19.

Menurut otoritas Taiwan, seiring dengan terkendalinya kondisi wabah corona lokal di negeri Formosa maka Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) Taiwan membuka kembali operasi sejumlah tempat publik termasuk diskotik dan bar.

Akan tetapi pemilik usaha bisnis ini diminta untuk membatasi jumlah pelanggan yang berada di dalam ruangan, pengunjung wajib mengukur suhu dan membasuh tangan dengan alkohol di pintu masuk, melakukan pendaftaran identitas diri, mewajibkan pemakaian masker dan juga memberlakukan aturan social distancing atau jarak aman antar pengunjung guna mencegah penyebaran virus COVID-19.

Polisi kota Taoyuan sekitar pukul 11 malam hari Minggu (12/12/2021) mendapatkan laporan adanya diskotik yang cukup populer di kalangan pekerja migran yang beroperasi tanpa mematuhi aturan prokes COVID-19 yang ditetapkan CECC Taiwan.

Saat polisi tiba di diskotik yang terletak di ruas jalan Datong, mereka menemukan bahwa pemilik diskotik menerima pengunjung lebih dari kapasitas yang diizinkan.

Menurut polisi kapasitas maksimum pelanggan yang diizinkan berada di dalam diskotik tersebut adalah 290 orang, namun polisi menemukan di lokasi kejadian terdapat sebanyak 299 pengunjung.

Hal ini jelas-jelas melanggar Pasal 7 Peraturan Otonomi Kota Taoyuan tentang jumlah orang yang diizinkan di tempat tertentu.

Tak hanya itu, pihak berwenang juga menemukan 2 orang pekerja migran asing (PMA) yang berstatus kaburan yang selama ini tidak diketahui keberadaannya.

Saat polisi merazia diskotik tersebut, mereka melakukan pemeriksaan identitas diri dan menemukan satu paket narkoba yang diselundupkan dalam bungkusan kopi yang dibawa oleh seorang pekerja migran yang diidentifikasi berasal dari Vietnam bermarga Chen (32 tahun).

Aparat kepolisian segera mengamankan Chen dan memindahkan kasus ini ke Kantor Kejaksaan Distrik Taoyuan untuk diselidiki sesuai dengan peraturan pencegahan narkotika yang berlaku di negeri Formosa.

Kepada UDNNews polisi mengatakan pihaknya juga menemukan seorang tenaga kerja wanita (TKW) migran yang membawa amplop merah yang berisi uang tunai dalam jumlah besar.

Saat ditanyai untuk apa ia membawa uang sebanyak itu, TKW itu mengaku bahwa ia hendak memberikannya kepada teman sebagai hadiah ulang tahun.

Pihak kepolisian cabang Taoyuan mengatakan bahwa untuk memperkuat keamanan publik, mencegah gangguan publik akibat warga yang mabuk dan memperkuat inspeksi pencegahan epidemi di Taiwan, pihaknya semakin sering melakukan inspeksi di area bar, pub dan diskotik, terlebih pada akhir pekan atau di hari libur.

Sumber : 公視新聞網, 桃園電子報新聞網, UDNNews

Loading

You cannot copy content of this page