WNI di Kuala Lumpur Antusias Mengantri untuk Dapatkan Vaksin Booster

Warga Malaysia maupun warga asing yang tinggal di negara tersebut antusias mengikuti vaksinasi massal dosis booster yang dibuka di Pusat Administrasi Vaksinasi Mega di World Trade Center Kuala Lumpur (PPV WTCKL), Sabtu (15/1/2022).

Suasana antrean vaksinasi booster di Jakarta (Mulia Budi-detikcom)
foto : detik

Warga terlihat mengantre mulai pukul 07.00 waktu setempat sedangkan pelaksanaannya dilakukan mulai pukul 08.30 pagi hingga jam 09.00 malam waktu setempat.

Sejumlah petugas dari Departemen Relawan Malaysia (Rela) dan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) terlihat mengatur antrean yang nampak panjang mulai pintu utama WTC di depan Bank CIMB hingga di trotoar di depan Sunway Putra Mall (SPM) dan Hotel Sari Pasific di Jalan Putra.

Di antara yang nampak mengantre adalah warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Bistari Condominium, Haikal, yang juga karyawan IT sebuah perusahaan di Malaysia.

“Lumayan cepat antreannya. Saya antre jam 08.30 pukul 09:30 sudah keluar,” ujarnya.

Warga asing lainnya yang ikut mengantre adalah petugas penjaga keamanan kondominium yang sebagian besar berasal dari Nepal.

Warga di Kuala Lumpur, Malaysia, mengikuti vaksinasi massal booster yang dibuka di Pusat Administrasi Vaksinasi Mega di World Trade Center Kuala Lumpur.
foto : Antara

Vaksinasi booster yang dilakukan di lokasi tersebut hanya untuk vaksin Astrazeneca sedangkan sebelumnya vaksinasi Astrazeneca dosis pertama dan kedua juga dilakukan secara massal di tempat tersebut.

Sebelumnya Chief Operating Officer WTCKL, Fauzy Wahab, mengatakan vaksin Astrazeneca yang akan diberikan di lokasi ini kepada publik sebanyak 9.000 dosis setiap hari.

“Akan ada tiga health organizer yang terlibat dalam mega program vaksinasi di sini, yaitu BookDoc, BP Healthcare dan U.N.I Klinik,” ujarnya.

18+ Sudah Dapat Tiket Vaksin Booster? Kata Kemenkes Boleh Langsung ke Faskes
foto : Detik

Dia mengatakan vaksinasi dilakukan dengan janji hanya melalui aplikasi MySejahtera atau pemberitahuan layanan pesan singkat (SMS) karena walk-in tidak lagi diperbolehkan.

Sumber : Berita Satu

Loading

You cannot copy content of this page