Geger! CECC Taiwan Konfirmasi Lebih dari 60 Orang Pekerja Pabrik di Taoyuan Positif COVID-19

Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) Taiwan dalam konferensi pers yang digelar tadi malam, Jumat (21/1/2022) mengumumkan bahwa lebih dari 60 orang pekerja pabrik yang bekerja di pabrik Farglory Free Trade Zone (FTZ) di Kota Taoyuan, wilayah bagian utara Taiwan telah dinyatakan positif terinfeksi wabah COVID-19.

Sehingga jumlah total kasus infeksi cluster corona di fasilitas tersebut kini mencapai 66 kasus, ungkap CECC Taiwan.

Selama konferensi pers, Menteri Kesejahteraan dan Kesehatan (MOHW) Taiwan yang juga menjabat sebagai kepala CECC Taiwan, Chen Shih-chung mengumumkan bahwa dua pekerja migran, yang dinyatakan sebagai kasus No. 18.219 dan 18.220, telah makan di restoran Tasty yang sama di distrik Zhongli Kota Taoyuan dengan pasien corona lainnya yang dikonfirmasi positif COVID-19 pada tanggal 9 Januari tetapi mereka tidak terdaftar sebagai kontak yang harus menjalani pengujian.

Namun, ketika agensi di sebuah pabrik elektronik di Farglory FTZ memperhatikan bahwa mereka telah mengembangkan gejala dan setelah mengetahui bahwa mereka pernah makan di restoran Tasty di distrik Zhongli, kedua pekerja migran itu akhirnya menjalani tes PCR.

Karena mereka tinggal di tempat sempit di asrama pekerja, penghuni asrama pekerja migran di pabrik tersebut juga menjalani tes PCR. Awalnya, empat rekan kerja mereka juga dinyatakan positif COVID-19.

Mereka diidentifikasi sebagai kasus No. 18.221, 18.222, 18.223, dan 18.224. Tes PCR kemudian juga dilakukan terhadap sebanyak 1.100 karyawan pabrik tersebut dan hasilnya diserahkan ke CECC Taiwan.

Tadi malam CECC Taiwan mengirim pesan teks yang mengumumkan bahwa 60 pekerja migran lainnya dari pabrik itu dinyatakan positif COVID-19, sehingga jumlah total pekerja yang terlibat dalam infeksi cluster di pabrik FTZ kota Taoyuan menjadi 66.

CECC Taiwan menyatakan bahwa 675 pekerja yang juga menjalani tes PCR dinyatakan negatif, sementara 270 lainnya masih menunggu hasil tes mereka. Pembaruan terbaru tentang hasil tes akan diberikan selama konferensi pers CECC Sabtu sore.

Pada malam yang sama, Victor Wang yang mengepalai pos komando CECC Taiwan di Bandara Internasional Taoyuan Taiwan, mengatakan kepada media bahwa karena tidak ada sistem pendaftaran nama asli yang digunakan di restoran Tasty di distrik Zhongli dan karena kendala bahasa, pekerja migran tidak diberitahu bahwa mereka adalah kontak dari kasus yang dikonfirmasi dan tidak mengikuti berita tentang wabah infeksi cluster tersebut.

Karena adanya gap dalam contact tracing, dua pekerja yang makan di Tasty tidak dites selama 12 hari. Karena tidak diketahui berapa hari telah berlalu sejak timbulnya penyakit dalam dua kasus itu Wang hanya dapat memperkirakan secara kasar bahwa mereka mungkin telah sakit setidaknya selama satu minggu dan mengekspos virus tersebut kepada sejumlah orang yang tidak diketahui.

Wang mengatakan bahwa sebagian besar dari 60 kasus baru adalah pekerja migran, tetapi beberapa diantara mereka ada yang merupakan warga negara Taiwan.

Sumber : CNEWS匯流新聞網, TVBS NEWS

Loading

You cannot copy content of this page