Isak Tangis Keluarga Sambut Kepulangan WNI yang Sempat Terjebak di Ukraina

Kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terjebak di Ukraina disambut tangis haru bercampur rasa bahagia pecah di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara, Selasa (22/3).

Keluarga dari sembilan PMI, antusias menyambut kedatangan keluarganya yang berhasil divekuasi dari wilayah perang di Ukraina.

Mereka ini sempat berada dalam posisi terjebak dan tidak jelas selama sekitar satu bulan lamanya di wilayah konflik bersenjata.

Sampainya di Indonesia PMI dari Ukraina ini, diterima oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, dan Perdagangan Binjai, Hamdani Hasibuan; juga Anggota Komisi B DPRD Binjai, Joko Basuki.

Dari sembilan PMI yang berhasil dievakuasi itu, berasal dari Kota Binjai, dan Kabupaten Langkat. Seluruhnya dipulangkan dengan menempuh jalur dari Polandia, menuju Qatar, dan tiba di Jakarta, pada Senin (21/3).

Sementara itu, salah seorang PMI yang baru tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Muhammad Aris menyebutkan, saat berada di Ukraina, di mana-mana terdengar suara tembakan maupun dentuman bom.

“Untuk makan sehari-hari, saya dan teman-teman makan seadanya,” jelasnya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT), dan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Wilayah Sumatera Utara, Siti Rolijah menyebutkan, sangat bersyukur pemulangan kesembilan PMI telah berhasil dilakukan oleh pemerintah Indonesia, dengan selamat.

Sebelum sampai dirumah, mereka menjalani karantina terlebih dahulu selama satu hari. Berikut nama-nama PMI terjebak konflik Rusia-Ukraina, yang tiba di Bandara Kualanamu:

1. Dedi Irawan warga Langkat.

2. Zulham Ramadhan warga Langkat.

3. Muhammad Raga Prayuda warga Binjai.

4. Amri Abas warga Langkat.

5. Syahfitra Sandiyoga warga Binjai.

6. Iskandar warga Binjai.

7. Muhammad Aris Wahyudi warga Binjai.

8. Rian Jaya Kesuma warga Binjai.

9. Agus Alfirian warga Binjai.

Sumber : KOMPASTV, Tribun Timur

Loading

You cannot copy content of this page