Situasi Pandemi Kian Memburuk, Menkes Taiwan Perkirakan Kasus Lokal Harian Dapat Mencapai 1.000

Situasi pandemi COVID-19 domestik di Taiwan kian memanas, jumlah kasus COVID-19 lokal yang dikonfirmasi semakin hari semakin tinggi.

Saat Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) Taiwan dalam konferensi pers yang digelar pada hari Selasa (12/4/2022) mengkonfirmasi penambahan 551 kasus, yang mencetak rekor kasus harian tertinggi, Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) Taiwan yang juga menjabat sebagai ketua CECC Taiwan, Chen Shih-chung menyampaikan, pada akhir bulan April bahwa penambahan kasus harian wabah corona lokal diperkirakan akan terus melonjak.

Chen berspekulasi bahwa kemungkinan kasus domestik COVID-19 dapat mencapai di atas ribuan kasus dalam beberapa hari ke depan.

Dalam konferensi pers yang digelar pada hari Rabu (13/4/2022) saat menghadiri sidang rapat Komite Kesehatan Lingkungan Legislatif Yuan, Chen menyampaikan, saat ini penanganan pandemi di dalam negeri masih dalam tahap awal.

Namun kasus lokal yang dikonfirmasi terus meningkat pesat, ada kemungkinan jumlah kasus harian COVID-19 lokal dapat mencapai ribuan kasus per hari.

Dimana CECC Taiwan memperkirakan bahwa wabah corona domestik di Taiwan akan mencapai puncak dalam 1 hingga 2 bulan.

Chen mengatakan, “kasus lokal COVID-19 di Taiwan dapat mencatat penambahan signifikan hingga puluhan ribu kasus, saya pikir ini juga memungkinkan, ini mungkin terjadi jika kita lihat perkembangan pandemi corona saat ini, dimana saat ini masih terhitung sebagai perkembangan di tahap awal, kurva menyeluruh masih belum dapat terlihat dengan jelas, akan tetapi, saat ini nilai Rt berkisar 2.0, maka penyebaran ini akan berkembang dengan pesat.”

Chen menambahkan dikarenakan situasi pandemi COVID-19 yang saat ini kian memburuk, CECC Taiwan memberlakukan aturan pengujian rapid tes di kawasan dimana infeksi cluster terkonfirmasi, membeli lebih banyak antigen dan meningkatan mobilitas tenaga medis.

Chen mengatakan bahwa ke depan, pemerintah Taiwan juga akan menurunkan harga jual alat rapid tes di pasaran menjadi di bawah NT$ 200.

Mengutip pernyataan Perdana Menteri (PM) Taiwan, Su Tseng-chang yang sebelumnya mengimbau agar harga dan kuantitas alat rapid test harus stabil untuk menghadapi situasi pandemi yang kini kian memanas.

Su meminta CECC Taiwan untuk menangani pasokan alat rapid tes lokal agar terus memadai dan mengawasi harga jualnya agar mencapai di bawah NT$ 200 di pasaran.

Karena menurut Su harga jual alat rapid tes di Taiwan saat ini jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga jual internasional.

Chen juga mengatakan bahwa pada musim panas tahun ini ada kemungkinan Taiwan akan membebaskan karantina bagi warga yang melakukan perjalan masuk dan keluar dari Taiwan.

Akan tetapi Chen menegaskan bahwa kebijakan ini akan mempertimbangkan situasi pandemi domestik terlebih dahulu dan juga akan meninjau apakah kondisi pandemi di tempat lain sama dengan kondisi pandemi di Taiwan atau lebih baik.

Chen mengatakan, jika situasi pandemi dari kedua belah pihak serupa atau lebih baik daripada Taiwan, maka sangat jelas akan dipertimbangkan untuk memberlakukan aturan pelonggaran karantina bagi pengunjung yang baru tiba di Taiwan.

Sumber : 94要客訴, Infotimes, CNANews

Loading

You cannot copy content of this page