Diduga Depresi, Pekerja Migran Mencak-Mencak, Warga Kaoshiung Ketakutan hingga Lapor Polisi

Dilansir dari media EBC News menyebutkan bahwa warga masyarakat di wilayah Taiwan bagian selatan melaporkan bahwa terdapat seorang pekerja migran yang membuat kegaduhan di tempat publik.

Ada seorang pekerja migran yang diidentifikasi berasal dari Filipina di Kaohsiung yang berteriak-teriak di luar asrama pekerja migran di daerah Renwu sekitar pukul 6 pagi hari Rabu (22/9/2021).

菲律賓籍的移工今天清晨在戶外大吼叫,吵醒不少民眾,而遭報案。(圖/取自臉書仁武人大小事)
foto : yahoonews

Pekerja migran berjenis kelamin pria itu dilaporkan menendang-nendang gerbang asrama yang terbuat dari besi sebanyak 8 kali yang menyebabkan suara yang cukup bising.

Hal ini mengganggu warga masyarakat setempat yang pada saat itu masih ada yang sedang beristirahat.

Ia bahkan dikabarkan sempat merobohkan sebuah sepeda motor yang terparkir tak jauh dari lokasi kejadian.

Selama hampir 20 menit, pekerja migran ini tampak seperti orang gila dan tak bisa mengontrol emosinya.

Orang-orang di dekatnya tidak berani mendekat, karena takut menjadi sasaran dari kemarahannya yang tengah membuncah.

Setelah memanggil polisi, polisi datang untuk menenangkan dan memberi tahu pihak agensi untuk datang ke lokasi kejadian.

  移工外戶外大吼叫,警方獲報趕往後,發現是因為思鄉之情,一時情緒失控導致。(圖/取自臉書仁武人大小事)  
foto : yahoonews

Ternyata pekerja migran itu kehilangan kendali dan seketika tersulut emosinya karena peringatan festival pertengahan musim gugur saat ia menyaksikan reuni keluarga yang hangat.

Ia diduga sangat merindukan keluarganya di kampung halaman namun tak bisa berkumpul bersama karena ia harus bekerja mencari nafkah di negeri Formosa sehingga ia pun merasa depresi dan meluapkan amarahnya kepada benda-benda di sekelilingnya.

Sumber : 東森新聞 CH51, EBC News, CT WANT, YahooNews

Loading

You cannot copy content of this page