Lagi, Sejumlah Mahasiswa Nekat Melakukan Aksi Bunuh Diri, Ada Apa?

Seorang mahasiswa di Universitas Nasional Cheng Kung (NCKU) yang terletak di wilayah bagian selatan Taiwan ditemukan tewas di kediaman sewaannya di Tainan pada Selasa (17/11/2020) pagi.

Insiden ini kembali menoreh catatan panjang daftar mahasiswa yang bunuh diri di sejumlah kampus di Taiwan hanya kurang dari 10 jam setelah mayat dua mahasiswa lainnya juga ditemukan pihak berwenang di sebuah unit hunian sewaan di kota New Taipei.

Investigasi awal pihak kepolisian untuk sementara menyimpulkan bahwa kematian itu akibat bunuh diri.

Berita itu muncul setelah dua kasus bunuh diri lainnya dan dua percobaan bunuh diri oleh mahasiswa di wilayah bagian utara Taiwan dalam waktu seminggu terakhir.

Menteri Pendidikan Taiwan, Pan Wen-chung telah mendesak pihak universitas di Taiwan untuk meningkatkan kepedulian terhadap mahasiswa melalui penyediaan layanan konseling dan menjanjikan dana untuk lebih banyak pengadaan konselor di kampus-kampus Taiwan.

Pada hari Selasa (17/11), polisi Tainan dipanggil ke sebuah kediaman di Distrik Utara Tainan sekitar pukul 3 pagi setelah mahasiswa di sebelah kamar korban melaporkan bau arang terbakar yang cukup menyengat.

Ketika petugas kepolisian masuk ke lokasi kejadian, mereka menemukan mayat seorang pemuda, kata polisi.

Adapun mayat mahasiswa NCKU berusia 22 tahun tersebut diangkut ke Pemakaman Umum kota Tainan setelah polisi memutuskan bahwa aksi bunuh diri sebagai penyebab kematian korban.

Sebelumnya sekitar jam 9 malam hari Senin (16/11), seorang wanita berusia 20 tahun bermarga Lin dan pacarnya yang berusia 19 tahun bermarga Tung ditemukan tewas di akomodasi sewaan Lin yang terletak di Distrik Tamsui, kota New Taipei.

Ayah wanita itu sebelumnya menelepon polisi karena khawatir tidak dapat menghubungi putrinya.

Baik Lin dan Tung adalah mahasiswa di Universitas Teknologi Kelautan Taipei yang berlokasi di Tamsui.

Polisi tidak menemukan tanda-tanda perkelahian dan tidak ada catatan bunuh diri di tempat kejadian, tetapi pasangan itu telah membakar arang yang membuat petugas berwenang menyimpulkan bahwa mereka melakukan aksi bunuh diri.

Meski demikian, investigasi penyebab pasti kematian para korban hingga saat ini masih sedang berlangsung.

Sejak Senin lalu, telah terjadi lima kasus bunuh diri dan dua percobaan bunuh diri oleh mahasiswa di seluruh Taiwan.

Pada tanggal 9 November, seorang mahasiswi berusia 20 tahun di Universitas Nasional Taiwan (NTU) dilaporkan melompat dari gedung kampus dan kemudian dinyatakan meninggal di Rumah Sakit NTU.

Dua hari kemudian, seorang mahasiswa laki-laki yang bersekolah di NTU berusia 26 tahun ditemukan tewas di kamar asramanya setelah anggota keluarga melaporkan bahwa mereka tidak dapat menghubunginya.

Pihak berwenang mengatakan mereka menemukan catatan bunuh diri di tempat kejadian dan mencurigai korban nekat bunuh diri karena depresi.

Sedangkan pada tanggal 13 November, seorang mahasiswa laki-laki berusia 22 tahun ditemukan tidak sadarkan diri dan dengan beberapa luka setelah melompat dari gedung Sekolah Tinggi Ilmu Sosial.

Namun hingga hari Sabtu (14/11), kondisi korban dilaporkan sudah sadar kembali dan dalam kondisi stabil, menurut keterangan dari pihak NTU.

Pada tanggal 14 November, seorang mahasiswa laki-laki berusia 21 tahun di Universitas Tamkang nekat melakukan aksi bunuh diri dengan melompat dari gedung Bisnis dan Manajemen kampus dan terjebak di jalan kayu.

Dia diselamatkan oleh petugas pemadam kebakaran dan dilarikan ke rumah sakit di mana pemeriksaan menunjukkan dia menderita patah tulang di lengan dan kakinya.

Siswa tersebut menerima perawatan darurat sebelum dipindahkan ke unit perawatan intensif. Dia saat ini dalam kondisi stabil, menurut pejabat universitas Tamkang.

Ketika ditanya oleh anggota parlemen tentang serentetan aksi bunuh diri baru-baru ini, Pan mengatakan pada sidang Legislatif Yuan yang diadakan pada hari Senin bahwa Kementerian Pendidikan Taiwan telah memberi tahu sekolah tentang perlunya meningkatkan konseling bagi siswa dan akan meningkatkan dana bagi mereka yang kekurangan sumber daya dan tenaga konseling.

Menurut Pan, sebanyak 76 siswa telah melakukan aksi bunuh diri di Taiwan tahun ini. Data statistik pemerintah Taiwan menunjukkan bahwa insiden bunuh diri telah meningkat 22 persen dari tahun ke tahun, setelah 201 kematian terkait bunuh diri tercatat pada tahun sebelumnya.

Ketika ditanya wartawan “kenapa banyak mahasiswa NTU merasa tidak bahagia?” Presiden NTU Kuan Chung-ming membuat daftar beberapa factor, diantaranya adalah banyak mahasiswa mengikuti kursus yang bukan pilihan pertama mereka, harapan keluarga seringkali sangat tinggi, dan banyak yang merasa sulit untuk beradaptasi dengan kehidupan di kampus.

Sumber : 三立新聞網SETN, CTWant, NOWNews, UDNNews, CNANews

Loading

You cannot copy content of this page