Sering Disebut di Tengah Pandemi Corona dan Harus Selalu Dipantau, Yuk Kenali Apa Itu Saturasi Oksigen!

Dua kata “saturasi oksigen” belakangan menjadi sering kita dengar seiring terus meningkatnya angka pasien positif Covid-19 di Indonesia.

Saturasi oksigen menjadi hal yang penting untuk dicek secara rutin bagi pasien positif Covid-19.

Lalu, apa itu saturasi oksigen?

Dikutip dari Kompas.com, pada hari Senin (12/7/2021), saturasi oksigen merupakan persentase haemoglobin yang terikat oksigen, atau lebih mudahnya adalah kadar oksigen di dalam darah.

Haemoglobin merupakan bagian darah yang bertugas mengikat oksigen dan mengedarkannya ke organ, jaringan, dan sel tubuh.

Pasien Covid-19 diharuskan terus memantau saturasi oksigen, terutama bagi mereka yang menjalani isolasi mandiri.

Mengapa demikan? Saturasi oksigen menjadi parameter penting untuk menentukan kandungan oksigen darah dan pengiriman oksigen.

Selain itu, saturasi oksigen menjadi salah satu patokan untuk menentukan perlu atau tidaknya asupan oksigen tambahan atau oksigen ekstrenal.

Lalu, berapa kadar normal saturasi oksigen?

Saturasi oksigen dapat diukur menggunakan beberapa cara yaitu menggunakan tes analisis gas darah dan menggunakan alat bernama pulse oximeter.

Bila menggunakan pulse oximeter, untuk orang dewasa, kadar normal saturasi oksigen berada di angka 95 hingga 100 persen.

Bila kadar saturasi oksigen berada di bawah 95%, maka dianggap rendah dan membutuhkan tambahan oksigen eksternal.

Kemudian bila saturasi oksigen tak kunjung meningkat setelah menggunakan tambahan oksigen ekstrenal, maka dibutuhkan bantuan tenaga medis.

Lalu, bila menggunakan tes analisis gas darah, untuk orang dewasa, kadar normal saturasi oksigen di atas 80 milimeter merkuri (mmHg). Sedangkan kadar rendahnya, di bawah angka tersebut.

Biasanya saturasi oksigen yang rendah dapat memicu terjadinya hipoksemia, yaitu kondisi saat tubuh tak bisa mengirim oksigen ke semua sel, jaringan, dan organ.

Hipoksemia ini bisa memicu berbagai gejala, di antaranya:

– Sesak napas

– Sakit kepala

– Kgelisahan

– Pusing

– Pernapasan cepat

– Nyeri dada

– Kebingungan

– Tekanan darah tinggi

– Kurang koordinasi

– Gangguan penglihatan

– Perasaan euforia

– Detak jantung cepat

Sumber : Tribunnews.com, Tribun Jogja TV

Loading

You cannot copy content of this page