Tak Punya Ponsel, Lansia Ini Rela Bersepeda Sejauh 15 Km Demi Dapatkan Vaksin COVID-19

Kisah seorang kakek yang menempuh perjalanan 15 kilometer dengan bersepeda untuk mendapatkan vaksin Covid-19, viral di media sosial.

Kisah itu dibagikan seorang dokter di RSUD Haji Makassar, dr. Helmiyadi Kuswadhana, M.Kes, SPOT, FICS.

Dokter Helmi membagikan video itu melalui akun media sosialnya dan akhirnya dibagikan oleh berbagai akun hingga viral di berbagai platform. 

“Pada saat vaksinasi massal tampak seorang bapak tua ingin mendekat tapi ragu. Setelah kami hampiri ternyata beliau tidak bisa mendaftar online karena tidak memiliki ponsel,” demikian narasi yang diunggah dokter Helmi bersama video yang dibagikannya.

Dalam narasinya, Helmi menyebutkan bahwa bapak tersebut terlihat bingung dan kemudian dihampiri oleh panitia vaksinasi untuk dibantu melakukan pendaftaran.

Menurut Helmi, bapak itu datang ke lokasi vaksin dengan mengayuh sepedanya sejauh 15 kilometer.

Unggahan ini pun mendapatkan respons lebih dari 750.000 likes dan puluhan ribu komentar, serta dibagikan ulang puluhan ribu kali.

Sebagian besar pengguna media sosial merespons positif kisah bapak tersebut untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

“Sehat-sehat ya bapak. Ayuk vaksin supaya cepet pulih keadaannya dan sehat semuanya,” tulis salah satu akun.

Bagaimana cerita di balik video viral kisah bapak tersebut?

Saat dihubungi Kompas.com, dokter Helmi mengisahkan, hal itu terjadi saat acara vaksinasi massal untuk 10.000 warga Makassar yang diselenggarakan oleh IDI Makassar bekerja sama dengan Yayasan Haji Kalla dan Dinkes Kota Makassar.

Vaksinasi massal dilakukan di Mall Nipah, Makassar, Rabu (28/7/2021). Helmi menceritakan, awalnya ia melihat bapak tersebut saat mendokumentasikan acara dalam bentuk video. Helmi melihat bapak berusia 64 tahun itu tampak kebingunan.

“Bapaknya cuma diam, berdiri celingak-celinguk (lihat kanan-kiri) pasrah,” cerita Helmy kepada Kompas.com, Kamis (29/7/2021).

Ia kemudian menghampiri bapak tersebut dan menanyakan apa yang diinginkannya. Ternyata, bapak itu ingin mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 tetapi tak punya ponsel untuk mendaftar online.

Panitia kemudian membantunya untuk melakukan pendaftaran. Program ini memang mensyaratkan pendaftaran secara online untuk meminimalisasi kontak dan mencegah kerumunan. Meski demikian, disiapkan pula pendaftaran luring atau offline di lokasi.

“Katanya pengen sekali vaksin tapi enggak punya ponsel untuk daftar online dan hanya naik sepeda dari rumahnya,” cerita Helmi.

Helmi mengatakan, jarak rumah bapak tersebut ke lokasi vaksinasi berjarak sekitar 15 kilometer.

Dalam videonya, Helmi juga menceritakan bahwa bapak itu sudah lama ingin mendapatkan vaksin Covid-19.

Akan tetapi, menurut cerita, orang-orang sekitar kerap menakutinya terkait pemberian vaksin Covid-19.

Menurut Helmi, keyakinan bapak tersebut bahwa pandemi bisa berakhir salah satunya melalui vaksin, membuatnya mau menempuh jarak yang jauh untuk mendapatkan vaksinasi.

Sumber : Tribunnews, iNews id

Loading

You cannot copy content of this page