PM Su Tseng Chang: Taiwan Tak Akan Runtuh Layaknya Afghanistan jika Diserang

Pemerintah Taiwan tidak akan runtuh seperti Afghanistan jika terjadi serangan, Perdana Menteri Su Tseng-chang mengatakan pada konferensi pers yang digelar pada hari Selasa (17/8/2021).

Pernyataan itu sekaligus menjadi peringatan tidak langsung kepada tetangga kuat China, untuk tidak “tertipu” dengan berpikir dapat mengambil pulau itu.

China mengklaim Taiwan, yang diperintah secara demokratis, sebagai wilayahnya sendiri. Dalam beberapa minggu terakhir Beijing telah meningkatkan tekanan militer dan diplomatik, untuk memaksa Taipei menerima kedaulatan China.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran di Washington dan pemerintah Barat lainnya. Kekalahan pemerintah Afghanistan setelah penarikan pasukan AS dan pelarian presiden telah memicu diskusi di Taiwan.

Banyak yang menyinggung soal apa yang akan terjadi jika terjadi invasi China, dan apakah Amerika Serikat (AS) akan membantu mempertahankan Taiwan.

Ditanya apakah presiden atau perdana menteri akan melarikan diri jika “musuh berada di gerbang” seperti di Afghanistan, Su mengatakan tidak ada yang takut ditangkap atau mati bahkan saat Taiwan berada di bawah kediktatoran darurat militer.

“Saat ini, ada negara kuat yang ingin menelan Taiwan dengan kekerasan, dan kami juga tidak takut dibunuh atau dipenjara,” katanya melansir Reuters.

“Kita harus menjaga negara ini dan tanah ini, dan tidak seperti orang-orang tertentu yang selalu membicarakan gengsi musuh dan merendahkan tekad kita.”

Su menambahkan, apa yang terjadi di Afghanistan menunjukkan bahwa jika suatu negara berada dalam kekacauan internal, tidak ada bantuan dari luar yang akan membuat perbedaan.

Jadi menurutnya, orang Taiwan harus percaya pada tanah mereka sendiri, dan bahwa mereka dapat mempertahankannya.

“Semua orang yang bekerja bersama untuk dengan cepat mengendalikan lonjakan domestik baru-baru ini dalam infeksi Covid-19 menunjukkan apa yang dapat dicapai ketika Taiwan bersatu,” katanya.

“Kami juga memberi tahu pasukan asing yang ingin menyerang dan merebut Taiwan – jangan tertipu,” tambah Su, merujuk pada China.

Amerika Serikat, seperti kebanyakan negara, tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan. Tetapi, mereka merupakan pendukung internasional dan pemasok senjata terpentingnya.

Namun telah lama ada kekhawatiran di Taiwan bahwa jika terjadi serangan China, Amerika Serikat tidak akan bersedia untuk datang membantu pulau itu.

Presiden Tsai Ing-wen dilaporkan mengawasi program modernisasi militer yang ambisius untuk meningkatkan industri senjata dalam negeri, dan menjadikan Taiwan “landak” yang dilengkapi dengan senjata canggih dan sangat mobile untuk membuat invasi China sesulit mungkin.

Sumber : udn video, 中央社, Reuters, CNANews

Loading

You cannot copy content of this page