KDEI Taipei Perluas Akses Pendidikan bagi Para PMI di Negeri Formosa

Sejalan dengan program prioritas KDEI Taipei terkait peningkatan kapasitas WNI di Taiwan dan sesuai visi “Indonesia Unggul-Indonesia Maju”, maka pada tanggal 19 September 2021, KDEI Taipei telah bekerja sama dengan Majelis Pendidikan Tinggi (MPTK) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) menyelenggarakan Webinar Sosialisasi Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) bertemakan “Generasi Digital untuk Indonesia Maju”.

May be an image of 1 person and text that says 'MPTK 76 TH INDONESIA TANGGUH INDONESIA TUMBUH GENERASI DIGITAL UNTUK INDONESIA MAJU TAIPEL 19 SEPTEMBER 2021'
foto : KDEITaipei

Kepala KDEI Taipei, Budi Santoso dalam sambutan pembukaannya menyambut baik kehadiran UICI dalam meningkatkan kapasitas, kualitas dan kompetensi para WNI di luar negeri sehingga semakin profesional dan siap bersaing di tengah perkembangan teknologi digital.

Lebih lanjut Kepala KDEI Taipei menyampaikan bahwa pendidikan sangatlah penting karena merupakan jalur menuju kebebasan finansial dan pemutusan mata rantai keterbelakangan dan ketertinggalan.

Pendidikan yang lebih tinggi juga akan membuka kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, posisi yang lebih tinggi, dan tentunya penghasilan yang lebih tinggi.

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan dari Kemdikbud Ristek, Prof Aris Junaidi dalam paparannya yang berjudul Pendidikan Jarak Jauh (PJJ): Peluang dan Tantangan bagi Tenaga Migran menyampaikan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 7 tahun 2020 tentang Pendirian, Perubahan, Pembubaran Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta. Khusus pasal 47-67 mengatur tentang PJJ yang memberi kesempatan kepada siapa pun, tanpa memandang usia, waktu dan tempat untuk berkuliah atau bersekolah dengan menggunakan metode daring.

May be an image of 14 people and text
foto : KDEITaipei

Rektor UICI, Prof. Laude Kamaluddin dalam paparannya berjudul Pendidikan Tinggi untuk Generasi Digital menerangkan bahwa era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 dibutuhkan talent-talent yang memiliki kemampuan literasi data, literasi tekonologi dan literasi manusia.

Sepuluh tahun yang akan datang, diprediksikan Indonesia membutuhkan 9 juta orang talenta digital. UICI mengajak para WNI, terutama para pekerja migran Indonesia di Taiwan untuk mengikuti program studi sarjana (S1) yang terdiri dari Binis Digital, Sains Data, Komunikasi Digital dan Informatika.

Untuk pendaftar dari Taiwan, akan dibuka kelas khusus dengan pendaftaran hingga tanggal 30 September 2021.

Saat ini, Perguruan Tinggi PJJ saat ini di Indonesia ada 3 (tiga), yaitu Universitas Terbuka (UT), Universitas Siber Asia (USA) dan Universitas Insan Cita Indonesia yang telah terakreditasi di Kemdikbud Ristek dan telah beroperasi untuk WNI/PMI di Taiwan.

May be an image of 12 people and text
foto : KDEITaipei

KDEI Taipei berkomitmen akan terus membuka luas akses pendidikan bagi PMI di Taiwan dan senantiasa mendorong semangat PMI untuk terus meningkatkan kepasitas dan kompetensinya demi masa depan yang lebih baik.

Sumber : KDEI Taipei

Loading

You cannot copy content of this page