Hii…Wisata Alam ke Kaohsiung, 28 Warga Imigran Baru Cedera Disengat Lebah Raksasa

Sebanyak 28 orang turis yang merupakan warga imigran baru di Taiwan dilaporkan disengat lebah raksasa Asia yang sangat agresif saat mendaki di daerah pegunungan Kaohsiung pada hari Minggu (31/10/2021).

Saat mengunjungi daerah suku pedalaman Taiwan yang terletak di distrik Namaxia di kabupaten Kaohsiung pada hari Minggu, sekelompok wisatawan tiba-tiba diserang oleh segerombolan besar lebah raksasa Asia (Vespa mandarinia).

Polisi dan petugas pemadam kebakaran bergegas ke tempat kejadian untuk memberikan bantuan, dengan beberapa korban dibawa ke rumah sakit terdekat untuk perawatan dan observasi.

Sebagai bagian dari perjalanan wisata untuk mengetahui budaya Adat Bunun, sebanyak 38 wisatawan, terdiri dari 32 orang dewasa dan 6 orang anak-anak, mengunjungi Kuil Tangaanua sekitar pukul 10:20.

Saat itu seorang anggota kelompok disengat oleh salah satu lebah dan mulai melambaikan tangan. Turis yang bergerak dengan cepat ini membuat serangga tersebut merasa terancam dan segera menyengat 28 orang dari kelompok turis tersebut, laporan CNANews.

Mereka segera menghubungi 119 untuk meminta bantuan. Saat responden pertama tiba di tempat kejadian, mereka membawa 14 orang ke Rumah Sakit Cishan dan 10 orang ke Rumah Sakit E-Da.

Sementara sisanya ditempatkan di kantor pemerintahan distrik Namaxia untuk memulihkan diri dari cedera mereka.

Fang Tsung-shih, direktur dari kantor urusan publik di distrik Nanzih mengatakan bahwa tur wisata tersebut merupakan wisata alam yang ditawarkan untuk mengenal lebih dekat pengalaman dan budaya warga pribumi atau suku asli Taiwan yang tinggal di kabupaten Kaohsiung.

Tur wisata ini diselenggarakan oleh kantor pendaftaran rumah tangga Nanzih dan Niaosong yang dikhususkan untuk warga imigran baru.

Walikota Kaohsiung, Chen Chi-mai mengungkapkan kepeduliannya kepada pasien dan pada hari Minggu (30/10/2021) juga sempat berkunjung ke rumah sakit untuk menjenguk para pasien.

Dari 28 orang yang tersengat, tujuh orang mengalami reaksi alergi namun dinyatakan dalam kondisi stabil. Gejala yang dialami termasuk sakit kepala, pembengkakan di sekitar luka sengatan, dan gangguan pernapasan, laporan FTV News.

Menurut ahli serangga di Taiwan, bulan November dan Desember adalah bulan-bulan dimana lebah-lebah dan serangga menjadi sangat aktif di daerah pegunungan.

Serangga-serangga ini sangat menjaga territorial atau kawasan tempat sarangnya berada.

Apabila pejalan kaki secara tidak sengaja mengganggu sarang mereka atau mulai mengayunkan tangan mereka sebagai respons terhadap sengatan, mereka akan mengerumuni manusia di sekitarnya.

Menurut ahli serangga Taiwan, jika seseorang melihat lebah Asia yang dicurigai akan menyerangnya sebaiknya Anda menjauh dengan hati-hati dan secara perlahan dari area tersebut.

Jika diserang atau disengat lebah, para ahli menyarankan untuk menghindari mencoba memukul lebah atau berlari akan tetapi disarankan untuk berjongkok, menutupi wajah dan leher dan berupaya tetap tenang dan menunggu lebah tersebut berlalu pergi.

Wah..tips yang bermanfaat nih buat sobat indoGo yang suka wisata alam agar tetap aman dari serangan lebah.

Sumber : 三立LIVE新聞, 華視新聞 CH52, FTVNews, CNANews

Loading

You cannot copy content of this page