Cegah Lonjakan Kasus COVID-19, CECC Minta MOL Batasi TKI ke Taiwan Saat Liburan Imlek

Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) Taiwan telah menyetujui pencabutan larangan masuk bagi pekerja migran asing ke Taiwan karena masalah kekurangan tenaga kerja yang cukup parah di Taiwan.

Akan tetapi menteri kesehatan yang juga menjabat sebagai ketua CECC Taiwan, Chen Shi-zhong pada hari Rabu (3/11/2021) menyarankan bahwa larangan pembatasan masuk tenaga kerja asing (TKA) ke Taiwan akan diberlakukan kembali mulai tanggal 14 Desember hingga 14 Februari 2022.

Kebijakan yang diambil ketua CECC Taiwan ini bukan tanpa alasan, sebab dikhawatirkan akan terjadi lonjakan jumlah pengunjung dan warga yang akan kembali ke Taiwan menjelang tahun baru imlek yang pada tahun 2022 jatuh pada tanggal 29 Januari hingga 6 Februari 2022.

Dimana menurut perkiraan CECC Taiwan akan ada sekitar 40.000 orang yang akan kembali ke Taiwan untuk merayakan liburan imlek bersama sanak keluarga.

Sehingga akan terjadi lonjakan permintaan terhadap fasilitas karantina dan juga lokasi isolasi mandiri sebagai upaya pencegahan wabah corona merebak di Taiwan.

Dengan aturan karantina yang akan dilonggarkan untuk kedatangan warga Taiwan selama tahun baru Imlek tahun depan, Menteri Kesehatan Taiwan telah menyarankan untuk menerapkan kembali pembatasan izin masuk kepada pekerja migran asing selama periode liburan imlek.

Rencana untuk melonggarkan aturan karantina dari 14 hari menjadi 10 hari bagi sejumlah besar orang Taiwan yang diperkirakan akan kembali ke negeri Formosa antara 14 Desember hingga 14 Februari telah diumumkan.

Chen menyarankan agar Kementerian Tenaga Kerja (MOL) Taiwan mengurangi masuknya pekerja migran asing ke Taiwan selama periode ini.

Chen membuat pernyataan saat berbicara dengan anggota Komite Kesejahteraan Sosial dan Kebersihan Lingkungan Legislatif dalam kapasitasnya sebagai kepala CECC Taiwan.

Karena Taiwan saat ini menghadapi masalah kekurangan tenaga kerja yang mendesak, Menteri Tenaga Kerja (MOL) Taiwan, Hsu Ming-chun pada hari Selasa (2/11/2021) mengatakan pihaknya berencana untuk membuka kembali pintu bagi pekerja migran asing ke Taiwan paling lambat akhir bulan November dan rencana tersebut telah disetujui oleh CECC Taiwan.

Akan tetapi Kementerian Tenaga Kerja Taiwan hingga saat ini masih belum mengomentari saran ketua CECC Taiwan mengenai pembatasan masuk pekerja migran ke Taiwan pada tanggal 14 Desember hingga 14 Februari 2022.

Taiwan pertama kali melarang masuknya pekerja kontrak Indonesia pada Desember 2020 karena situasi COVID-19 di negara itu.

Pemerintah Taiwan selanjutnya melarang semua pekerja kontrak luar negeri baru memasuki negeri Formosa mulai 19 Mei tahun ini, menyusul wabah kasus COVID-19 yang belum pernah terjadi sebelumnya di Taiwan yang memberikan pukulan berat ke pasar tenaga kerja Taiwan.

Kebijakan terbaru dari MOL Taiwan adalah menerapkan penilaian sistem poin terhadap pekerja migran yang akan ditempatkan di negeri Formosa.

Poin akan diberikan berdasarkan status vaksinasi pekerja migran, situasi COVID-19 di negara asal pekerja migran dan rencana pencegahan epidemi calon majikan mereka.

Semakin banyak poin dari kandidat pekerja migran yang akan direkrut ke Taiwan maka akan semakin besar prioritas mereka untuk masuk dan diberangkatkan ke Taiwan.

Sumber : 中時新聞網, CNANews, 公視新聞網, Rti

Loading

You cannot copy content of this page