Viral! Bayi WNI di Miaoli Meninggal Diduga Kekurangan Gizi, Tinggal di Apartemen Tak Layak Huni

Seorang warga negara Indonesia (WNI) yang dilaporkan menjadi warga imigran baru di Taiwan diduga menelantarkan buah hatinya hingga meninggal dunia dan tinggal dalam kondisi memprihatinkan.

Dilansir dari UDNNews menyebutkan bahwa seorang bayi laki-laki yang lahir pada bulan September lalu di kabupaten Miaoli meninggal tak lama usai dilahirkan karena kondisi fisiknya tampak lemah dan sakit-sakitan diduga tak diurus dengan benar oleh orang tuanya.

Orang tua bayi tersebut diketahui tinggal di sebuah kamar apartemen yang cukup kecil dan sempit di daerah Zhunan bersama 4 orang anak.

A family of six men surnamed Lin rented a house with rubbish, kitchen waste, and smoke. The three girls were forced to sleep on the floor and the whole family shared a mobile phone.  Reporter Zeng Jianyou/Flip photo
foto : UDNNews

Kamar sewaan yang diketahui disewa seharga NT$ 3.900 per bulan itu tampak penuh dengan barang dan sampah yang menumpuk, terlihat sangat tak layak huni, terlebih kamar tersebut ditempati oleh 6 orang terbagi dari 2 orang dewasa dan 4 orang anak-anak.

Bahkan mirisnya anak-anak terpaksa tidur di lantai berdesakan dengan barang dan sampah dapur yang juga berdekatan dengan kamar mandi karena mereka hanya punya 1 tempat tidur yang dipakai bergantian oleh orang tua dan anak-anak.

Orang tua anak-anak malang itu dikabarkan hanya memiliki uang NT$ 1.000 dan terpaksa berbagi 1 ponsel bersama akibat keterbatasan ekonomi yang mereka hadapi.

Saat polisi bagian perlindungan anak dan perempuan mendapatkan laporan mengenai hal ini mereka segera datang ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan.

Rumah itu tampak penuh sesak dengan barang, pakaian dan sampah dan ditumpuk berdekatan. Adapun WNI yang merupakan imigran baru di Taiwan itu yang bermarga Chen dilaporkan telah bercerai dengan suaminya.

Dengan mantan suaminya, Chen memiliki seorang anak perempuan. Usai bercerai Chen kemudian menjalin kisah asmara dengan seorang pria bermarga Lin yang sempat bekerja di sebuah agensi.

Menurut penyelidikan polisi, Chen awalnya tinggal di daerah Luzhu, kota Taoyuan sedangkan Lin merupakan warga Kaohsiung, wilayah Taiwan bagian selatan.

Chen dan Lin dikabarkan bertemu sekitar 4 atau 5 tahun yang lalu dan mereka kemudian memiliki 3 orang anak dari hasil hubungan kasih mereka.

Baik Chen dan Lin yang kemudian bekerja sebagai teknisi di sebuah pabrik elektronik di kawasan Zhunan. Mereka bekerja dalam shift yang berbeda sembari bergantian mengurus keempat anaknya.

Namun pada bulan Juni 2020 lalu, seorang anak Chen dan Lin meninggal dunia. Usai kematian bayi tersebut, Chen dan Lin meninggalkan pekerjaan mereka dan menjadi penggangguran.

雲林一名十一個月大男嬰前晚被谷姓保母送醫,到院時顱內出血,昏迷指數三,谷姓保母涉嫌虐嬰被聲押。圖/家屬提供
foto : UDNNews

Chen, Lin dan anak-anaknya hanya bertahan hidup dari tunjangan pengasuhan anak yang diberikan pemerintah Taiwan yang jumlahnya sekitar NT$ 10.000 per bulan yang dikirimkan ke rekening mereka.

Laporan UDNNews mengatakan bahwa bayi laki-laki Chen dan Lin yang meninggal itu baru berumur 9 bulan. Bayi mlang itu baru menjalani operasi hernia dan katup jantung, fisiknya cukup lemah dan kondisi kesehatannya pun kurang stabil.

Pada tanggal 4 November lalu, petugas kepolisian mengunjungi apartemen Chen dan Lin dan menemukan bahwa Lin masih tertidur. Kamar apartemen yang mereka huni tampak tak terurus dan dibersihkan, sampah dapur berserakan dimana-mana dan ketiga anak Chen dan Lin kelaparan karena belum makan.

Polisi yang tampak iba dengan kondisi ini segera membeli makanan dan memberi makan anak-anak malang tersebut.

Dari hasil penyelidikan menunjukkan bahwa anak laki-laki mereka yang berusia 2 tahun dan anak perempuan yang berusia 1 tahun belum divaksinasi dengan vaksin apapun sejak lahir. Namun hal ini tidak dilaporkan oleh otoritas kesehatan setempat kepada kementerian kesehatan Taiwan.

Para tetangga di lingkungan itu cukup asing dengan ayah dan anak perempuan itu. Mereka dengan blak-blakan mengatakan bahwa mereka hampir tidak pernah melihat ketiga gadis itu.

Hal ini menunjukkan bahwa bocah-bocah malang itu sepanjang hari tinggal di dalam ruangan penuh asap dan sampah dengan kualitas hidup yang buruk tanpa pernah bermain di luar untuk setidaknya menghirup udara segar.

Polisi mengatakan yang lebih memprihatinkan adalah kondisi anak tertua pasangan itu yang berumur 6 tahun yang tampak sangat kurus dan lemah.

Anak itu tampak seperti kekurangan gizi bahkan saat berjalan ia harus bertopan ke dinding untuk bisa menuruni tangga, polisi curiga ada tanda-tanda keterlambatan perkembangan dan segera melaporkan hal ini kepada unit medis setempat.

一家6口蝸居小套房男童家庭生活狀況讓員警不忍| 焦點事件| 社會| 聯合新聞網
foto : UDNNews

Laporan unit medis setempat menunjukkan bahwa anak perempuan berusia enam tahun itu telah ditempatkan dibawah pengawasan Biro Sosial Taiwan sejak awal tahun 2017 silam. Akan tetapi tidak ada tindak lanjut maupun konseling lebih lanjut yang diterima oleh gadis malang itu.

Kini Chen dan Lin telah diamankan oleh polisi dan akan diselidiki atas tuduhan pembunuhan, pengabaian tugas dalam mendidik anak hingga lalai dalam mengasuh anak hingga mengakibatkan bocah malang tersebut meninggal.

Sedangkan anak-anak Lin dan Chen dikirimkan ke Biro Sosial setempat untuk diurus sementara orang tua mereka menghadapi hukuman pidana dari otoritas Taiwan.

Sumber : UDNNews

Loading

You cannot copy content of this page