Temukan Kartu MRT Tercecer, Pekerja Migran Ini Malah Memakainya hingga Diciduk Polisi

Seorang pekerja migran yang diidentifikasi berasal dari Filipina yang berstatus kaburan dilaporkan mencuri di MRT Taipei.

Menurut laporan media Apple Daily News, saat naik MRT beberapa hari yang lalu, PMA tersebut dilaporkan mengambil kartu yoyo card yang didalamnya berisi saldo NT$ 300 yang ia temukan di Stasiun MRT Yuanshan.

foto : AppleDaily

Ia lantas memakai kartu tersebut dan memakainya seolah-olah itu adalah kartunya.

Pihak kepolisian mengatakan bahwa mereka kerap menerima laporan yang mengatakan bahwa kartu yoyo card, payung, jas hujan bahkan botol minum yang tertinggal di MRT sering dibawa kabur oleh tangan-tangan nakal.

Saat polisi menyelidiki laporan ini, mereka menemukan seorang pekerja migran yang mencurigakan dan segera mengintrogasi tersangka.

Saat ditanyai, PMA tersebut mengaku ia menemukan kartu yoyo card tersebut tertinggal di mesin isi ulang kartu di MRT Taipei. Ia mengaku tidak tahu jika perbuatannya ini melanggar hukum.

Pelaku lantas segera diamankan dan diserahkan ke tim khusus Departemen Imigrasi (NIA) Taiwan untuk ditahan karena telah melanggar peraturan imigrasi dan didakwa atas kasus pencurian.

foto : yahoonews

MRT Taipei merupakan sarana transportasi penting di Shuangbei, dengan volume perjalanan harian rata-rata lebih dari 1 juta orang.

Tim Polisi MRT Taipei juga telah membantu menangani 780 kasus barang hilang dan ditemukan rata-rata 1,7 kasus per hari.

Polisi menegaskan bahwa tindakan semacam ini termasuk ke dalam kejahatan penggelapan barang. Terlepas dari nilai barangnya, penggelapan barang milik orang lain merupakan pelanggaran Pasal 337 KUHP untuk menggelapkan barang yang hilang, dan dapat didenda hingga NT$ 15.000.

foto : UDN

Polisi mengimbau kepada pekerja migran di Taiwan, jika Anda menemukan barang-barang milik orang lain di stasiun MRT atau di tempat umum bahkan barang-barang kecil seperti EasyCards atau kartu MRT, payung, syal, dan barang lainnya harus segera memberi tahu pihak berwenang terdekat dan jangan dijadikan sebagai barang milik pribadi atau dapat terancam hukuman pidana oleh otoritas Taiwan.

Sumber : Apple Daily, YahooNews

Loading

You cannot copy content of this page