Kasus Covid Terus Naik, Sydney Perpanjang Lockdown hingga 1 Bulan

Australia memperpanjang lockdown di Sydney, New South Wales, selama satu bulan karena kasus Covid-19 masih terus melonjak.

Pemimpin New South Wales, Gladys Berejiklian, mengatakan bahwa lockdown yang harusnya berakhir pada 30 Juli akan diperpanjang hingga 28 Agustus 2021.

“Saya pribadi mengapresiasi warga yang mau kembali menaati aturan dalam empat pekan ke depan karena kami ingin membuat komunitas ini aman dan memastikan kita dapat kembali normal secepat mungkin,” ujar Berejiklian, Rabu (28/7).

Berejiklian mengambil keputusan ini setelah menerima data tambahan 177 kasus Covid-19 baru di Sydney pada Rabu.

Dengan perpanjangan masa lockdown ini, warga Sydney kembali tak diperbolehkan keluar dari kawasan tempat tinggal mereka.

Di tengah peningkatan ini, Berejiklian menegaskan bahwa kepolisian bakal memperketat pemantauan penerapan aturan lockdown ini. Mereka juga berencana meminta warga melapor jika melihat orang lain melanggar aturan.

“Kami sangat butuh warga mematuhi aturan setiap waktu. Jangan lengah,” ucap Berejiklian, sebagaimana dilansir AFP.

Sementara Sydney memperpanjang lockdown, Melbourne di negara bagian Virginia justru mencabut pengetatan aturan karena mengklaim berhasil meredam penyebaran Covid-19 varian Delta.

“Ini semua berkat kegigihan dan kerja keras,” ujar pemimpin Victoria, Dan Andrews.

Selama ini, Australia sebenarnya dipuji karena dianggap berhasil menanggulangi pandemi Covid-19 di masa awal kemunculannya berkat kecekatan pemerintah menutup perbatasan.

Namun, dengan tingkat vaksinasi yang rendah, Australia kesulitan menanggulangi penyebaran Covid-19 varian Delta.

Hingga saat ini, baru sekitar 13 persen populasi Australia yang sudah divaksinasi. Australia saat ini masih kesulitan mendapatkan pasokan vaksin Pfizer-BioNTech, sementara itu warga sangat skeptis dengan AstraZeneca.

Secara keseluruhan, Australia melaporkan 33 kasus Covid-19 dengan 921 kematian di tengah 25 juta populasinya sejak pandemi merebak tahun lalu.

Sumber : 7NEWS Australia, 9 News Australia, AFP

 144 

You cannot copy content of this page