Geger! Rumah Sakit di Afghanistan Dibom ISIS, Korban Jiwa Terus Bertambah

ISIS mengklaim bertanggung jawab atas bom bunuh diri di rumah sakit militer di Kabul, Afghanistan, yang menewaskan setidaknya 25 orang pada Selasa (2/11).

Melalui pernyataan di Telegram, kelompok teror itu mengklaim bahwa “lima anggota ISIS melakukan serangan berencana” di rumah sakit itu.

Juru bicara Taliban, Zabiullah Mujahid, juga mengonfirmasi klaim tersebut. Namun menurutnya, Taliban dapat mengatasi serangan itu dalam waktu 15 menit.

“ISIS ingin menargetkan warga sipil, dokter, dan pasien di rumah sakit,” ujar Mujahid seperti dikutip AFP.

Ia kemudian menjabarkan bahwa pelaku meledakkan bom di dekat pintu masuk rumah sakit. Seorang pria lain kemudian masuk ke dalam rumah sakit dan melepaskan tembakan.

Sebagai tanggapan, pasukan khusus Taliban diterjunkan ke atap rumah sakit menggunakan helikopter.

“Puluhan jasad korban dan sekitar 50 orang terluka kemudian dibawa ke rumah sakit di Kabul,” ucap seorang pejabat Kementerian Kesehatan Afghanistan.

Salah satu korban selamat, Rowana Dawari, lantas menceritakan pengalaman mengerikan ketika pelaku penembakan masuk ke rumah sakit.

“Ada ledakan di dekat pintu. ISIS datang dan mulai melepaskan tembakan. Kami terperangkap. Kami mendengar tembakan dan kaca pecah. Kami mengunci diri di kamar mandi,” tutur Dawari.

Dawari merasa hidupnya akan berakhir. Namun, ia bernapas lega ketika pasukan khusus Taliban datang bersama seorang dokter.

“Saat itu, kami tahu kami akan baik-baik saja,” ucapnya.

Saat ini, ISIS memang terus meningkatkan serangannya di Afghanistan. Sebagaimana dilansir Reuters, sudah ada beberapa serangan besar ISIS sejak Taliban berkuasa di Afghanistan pada pertengahan Agustus lalu.

Pada akhir Agustus, ISIS-K melakukan bom bunuh diri di bandara Kabul. Saat itu, bandara sedang disesaki warga yang berebut evakuasi. Alhasil, bom bunuh diri itu menewaskan 183 orang, termasuk 13 personel militer Amerika Serikat.

Pada 3 Oktober, ISIS melancarkan bom bunuh diri di depan salah satu masjid di Kabul yang menewaskan lima orang. Bom itu meledak ketika umat berkumpul untuk berdoa bagi ibunda juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, yang meninggal dunia.

Pada 8 Oktober lalu, ISIS kembali mengebom salah satu masjid Syiah di Kunduz dan merenggut setidaknya 46 jiwa dan melukai 143 orang lainnya.

Sepekan kemudian, 16 Oktober, ISIS kembali mengebom masjid Syiah di Afghanistan yang menewaskan 47 orang.

Taliban sendiri mengklaim bahwa mereka sudah menumpas sel-sel ISIS di Afghanistan. Namun, serangan masih terus terjadi.

Sumber : BBC News, CBS Evening News, AFP

Loading

You cannot copy content of this page