Rusia Serang Ukraina: Korban Jiwa Capai Ratusan, Ribuan Orang Mengungsi ke Luar Negeri

UNHCR menyebut sekitar 100.000 orang telah meninggalkan rumah mereka di Ukraina. Ribuan orang lainnya pergi ke luar negeri setelah pasukan Rusia menyerbu Ukraina pada Kamis (24/2/2022).

“Kami meyakini ada sekitar 100.000 orang yang telah meninggalkan rumah mereka dan mungkin mengungsi di dalam negeri, dan beberapa ribu lainnya telah melintasi perbatasan internasional,” kata juru bicara UNHCR Shabia Mantoo kepada AFP.

Dilansir kantor berita AFP, Jumat (25/2/2022) Komisaris Tinggi UNHCR Filippo Grandi telah menyuarakan keprihatinan serius atas memburuknya situasi di seluruh Ukraina pasca operasi militer Rusia terjadi.

UNHCR mendesak mendesak negara-negara tetangga Ukraina untuk menjaga perbatasan mereka namun tetap terbuka bagi mereka yang mencari keselamatan dan perlindungan.

“Kami terus mengikuti situasi dengan cermat dan memperkuat operasi kami di Ukraina dan negara-negara tetangga,” kata badan tersebut.

Presiden Ukraina Volodmyr Zelensky menyebut jumlah korban di hari pertama serbuan pasukan Rusia ke negaranya. Korban yang jatuh tak hanya dari pihak militer namun juga warga sipil.

“Hari ini kita telah kehilangan 137 pahlawan kami, warga negara kita. Militer dan sipil,” kata Zelensky dalam pidatonya, seperti dilansir AFP, Jumat (25/2/2022).

Zelensky juga menambahkan ada 316 orang yang terluka. Korban jiwa dilaporkan akan terus bertambah menyusul suara ledakan yang terus bersahutan di Ukraina.

Untuk melawan invasi Rusia, Zelensky juga menandatangani sebuah dekrit perintah mobilisasi umum selama 90 hari. Dekrit itu berisi seruan kepada warga Ukraina yang mengikuti wajib militer untuk ikut berperang.

Sumber : CBC News, MSNBC, ABC News, AFP

Loading

You cannot copy content of this page