Dilanda Kontroversi, Putri Jepang Nikahi Orang Biasa Tanpa Seremoni, Tolak Uang Rp 17 M

Setelah dilanda kontroversi, Putri Mako dari Jepang dilaporkan akan segera menikahi tunangannya yang orang biasa dan pindah ke Amerika Serikat (AS). Putri Mako juga dilaporkan menolak pembayaran sebesar 137 juta Yen (Rp 17,7 miliar) yang diberikan kepada bangsawan Jepang yang menikahi orang biasa.

Seperti dilansir AFP, Kamis (2/9/2021), Putri Mako yang merupakan anak Putra Mahkota Jepang, Akishino, yang juga keponakan Kaisar Naruhito ini bertahun-tahun dikecam karena rencana menikah kekasihnya, Kei Komuro, yang seorang pria biasa bukan bangsawan. Rencana pernikahan keduanya juga tertunda.

Emperor's niece Princess Mako of Japan steps up official duties | Daily  Mail Online
foto : dailymail

Pasangan ini sekarang memutuskan untuk menikah tanpa seremoni kerajaan dan menolak pembayaran yang biasa diberikan kepada bangsawan wanita Jepang yang menikah dengan orang biasa.

Aturan suksesi Kekaisaran Jepang menetapkan bahwa Putri Mako yang berusia 29 tahun ini akan kehilangan gelar bangsawannya setelah menikahi orang biasa. Namun, Komuro masih menjadi pembahasan publik terkait tuduhan bahwa ibunya pernah meminjam uang dari mantan tunangannya dan gagal membayarnya kembali.

Setelah tabloid setempat melaporkan klaim itu, kehebohan terjadi di kalangan pasangan muda di Jepang yang menganggap keluarga Kekaisaran Jepang memegang standar yang tepat.

Dengan adanya kecaman dan kontroversi itu, pasangan ini menunda pernikahan mereka. Komuro pindah ke AS untuk melanjutkan pendidikan di sekolah hukum — langkah yang dipandang sebagai upaya meredakan pandangan negatif.

Putra Mahkota Akishino tahun lalu mengumumkan mendukung pernikahan putrinya, namun menyatakan Putri Mako perlu mendapatkan ‘pemahaman’ publik.

Namun tampaknya Putri Mako memutuskan untuk menyelesaikan masalah ini dengan menikah tanpa seremoni tradisional yang menjadi ritual saat pernikahan keluarga Kekaisaran Jepang. Dia juga menolak pembayaran yang biasa diberikan kepada bangsawan wanita Jepang yang menikah dengan orang biasa.

Besarnya pembayaran itu tidak diketahui secara pasti, namun laporan menyebut jumlahnya mencapai 137 juta Yen atau lebih dari itu.

Putri Mako juga disebut mengungkapkan rencananya untuk pindah ke AS setelah menikah.

Belum ada konfirmasi resmi soal rencana Putri Mako. Namun laporan soal ini memuncaki pemberitaan di Jepang dan banyak dibahas di media sosial.

Pendapat publik terpecah, dengan beberapa menyebut masih ‘terlalu dini’ untuk pernikahan itu dilakukan.

Princess Mako of Japan Turns Down $1.3 Million Government Payout Ahead of  Her Marriage to a Commoner | Vanity Fair
foto : vanityfair

“Saya pikir ada sejumlah kecil warga Jepang yang bisa merayakan pernikahan ini dari lubuk hati mereka. Saya khawatir soal Putri Mako,” tulis salah satu pengguna Twitter di Jepang.

Namun yang lain memuji tekad Putri Mako dan Komuro, dengan surat kabar Mainichi Shimbun menyebut ‘keinginan kuat mereka akan membuahkan hasil’. “Ini keputusan yang dibuat Putri Mako, berdiri teguh untuk hidupnya. Hebat,” sebut pengguna Twitter lainnya.

Sumber : Nippon TV News 24 Japan, AFP

Loading

You cannot copy content of this page