Dokter Jelaskan Gejala Varian Omicron Corona, Varian Baru yang Patut Diwaspadai

Dokter Afrika Selatan yang pertama memperingatkan tentang Covid-19 varian Omicron, menyebut gejalanya tidak biasa tetapi ringan pada pasien yang sehat.

Meski begitu, dia khawatir varian baru virus corona ini dapat menyebabkan komplikasi pada orang tuan dan orang yang belum divaksinasi.

Dokter tersebut bernama Angelique Coetzee, yang sudah praktik selama 30 tahun dan mengepalai Asosiasi Medis Afrika Selatan (SAMA).

Melansir New York Post pada Sabtu (27/11/2021), Coetzee yakin menemukan jenis virus baru setelah pasien Covid-19 di tempat praktik pribadinya di Pretoria menunjukkan gejala aneh.

“Gejala mereka sangat berbeda dan sangat ringan dari yang pernah saya tangani sebelumnya,” kata Coetzee kepada The Telegraph.

Dia lalu menelepon komite penasihat vaksin Afrika Selatan pada 18 November, setelah satu keluarga yang terdiri dari empat orang semuanya dinyatakan positif Covid-19 dengan gejala yang termasuk kelelahan ekstrem.

Sejauh ini, dia memiliki 20-an pasien yang positif dan menunjukkan gejala varian baru, kebanyakan pria muda.

Sekitar setengah dari pasien-pasien itu belum divaksin, katanya. Tak satu pun dari mereka yang terinfeksi kehilangan indra penciuman atau rasa.

“Ini penyakit ringan dengan gejala nyeri otot dan kelelahan selama satu atau dua hari tidak enak badan,” lanju Coetzee kepada The Telegraph.

“Sejauh ini, kami mendeteksi bahwa mereka yang terinfeksi tidak mengalami kehilangan indra perasa atau bau. Mereka mungkin sedikit batuk. Tidak ada gejala yang menonjol. Dari mereka yang terinfeksi, beberapa sekarang dirawat di rumah.”

Coetzee kemudian menggambarkan satu kasus yang berbeda dari seorang gadis berusia 6 tahun. Dia memiliki suhu dan denyut nadi yang sangat tinggi, dan Coetzee bimbang apakah harus menerimanya. “Tetapi ketika saya menindaklanjuti dua hari kemudian, dia jauh lebih baik,” katanya.

Coetzee menekankan bahwa semua pasiennya sehat, dan menyatakan kekhawatiran bahwa pasien lanjut usia atau yang belum divaksinasi dapat mengalami gejala varian Omicron lebih parah, terutama mereka yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) seperti diabetes atau penyakit jantung.

“Yang harus kita khawatirkan sekarang adalah ketika orang yang lebih tua dan tidak divaksinasi terinfeksi dengan varian baru, dan jika mereka tidak divaksinasi, kita akan melihat banyak orang dengan (bentuk) penyakit yang parah,” katanya.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (26/11/2021) secara resmi menamai varian baru Covid-19 ini sebagai Omicron, melompati dua huruf dalam urutan alfabet Yunani, yaitu Nu dan Xi.

SumSumber : ABC News, 7NEWS Australia, The Telegraph, New York Post

Loading

You cannot copy content of this page