Kasur RS Semakin Minim, Korsel Khawatir Pandemi COVID-19 Kian Parah di Musim Dingin!

Korea Selatan (Korsel) mengkhawatirkan pandemi virus corona dapat lebih parah di musim dingin, sedangkan fasilitas rumah sakit umum saat ini masih sangat terbatas.

Melansir Reuters pada Kamis (16/7/2020), jumlah tempat tidur di Rumah Sakit (RS) umum Korea Selatan disebutkan hanya 10 persen dari total jumlah penduduk.

Tes Covid-19 - Seorang pria berbicara kepada seorang perawat selama tes COVID-19 di sebuah bilik pengujian di luar rumah sakit Yangji di Seoul pada 17 Maret 2020. Sebuah rumah sakit Korea Selatan telah memperkenalkan bilik telepon. Hal tersebut dilakukan guna menghindari staf medis yang harus menyentuh pasien secara langsung dan mengurangi waktu disinfeksi.
foto : AFP

Menurut Layanan Asuransi Kesehatan Nasional (National Health Insurance Service/NHIS), angka itu jauh di bawah negara-negara maju, seperti di Inggris 100 persen, di Perancis 63 persen, di Jepang 26 persen, dan di Amerika Serikat (AS) 25 persen.

Sangat rendahnya tingkat ketersediaan tempat tidur rumah sakit umum, dinilai merupakan titik lemah potensial dalam menghadapi pandemi.

Sebab, bersamaan dengan penanganan Covid-19, rumah sakit umum juga tetap terus melayani perawatan untuk pasien penyakit lainnya.

Meski begitu, “Negeri Ginseng” sudah berhasil menekan penyebaran virus corona di dalam negeri, dengan penelusuran sumber penyebaran dan pengujian yang dilakukan secara terus-menerus untuk mengendalikan pandemi secara efektif.

“Intervensi awal negara membantu menahan penyebaran virus corona, tetapi segala sesuatunya dapat menjadi lebih buruk ketika musim dingin dimulai, dan sangat penting bagi petugas kesehatan untuk tidak kelelahan sebelum itu,” kata Presiden NHIS, Dr Kim Yong-ik kepada Reuters.

Kim mengatakan, perlu lebih banyak rumah sakit umum dan staf untuk mencegah lonjakan kasus ketika musim dingin tiba.

“Intervensi awal negara membantu menahan penyebaran virus, tetapi segala sesuatunya dapat menjadi lebih buruk ketika musim dingin dimulai dan sangat penting bagi petugas kesehatan untuk tidak kelelahan sebelum itu,” kata Kim.

Juru bicara Asosiasi Medis Korea yang mewakili semua dokter di Korea Selatan Kim Dae-ha mengatakan, rendahnya jumlah tempat tidur dan dokter di rumah sakit umum tidak menjadi masalah, karena rumah sakit milik swasta memiliki pengaruh yang sama besarnya.

“Upaya Korea Selatan (untuk menekan Covid-19) telah disebut sukses, meskipun kurangnya fasilitas medis rumah sakit umum. Evaluasi ini membuktikan bahwa rumah sakit swasta dan dokter tidak ada duanya,” kata Kim Dae-ha.

Kemudian, ia mengatakan bahwa daripada berinvestasi di dokter di bidang tertentu untuk rumah sakit umum, lebih efisien untuk mendukung dokter dan rumah sakit swasta yang ada.

South Korea needs more public hospitals to fight infectious ...
foto : CNA

Menurut NHIS, asuransi kesehatan nasional Korea Selatan, yang mencakup seluruh 50 juta populasi, sejauh ini telah menghabiskan 109 juta dollar AS (Rp 1,5 triliun) untuk mengobati pasien Covid-19 dan jumlahnya kemungkinan akan meningkat di atas 200 miliar won (Rp 2,4 triliun) tahun ini.

Jumlah itu setara dengan 3.600 dollar AS (Rp 52,7 juta) untuk pasien yang kondisinya ringan dan 10.000 dollar AS (Rp 1,46 miliar) untuk yang serius, dan bisa menelan biaya hingga 58.000 dollar AS (Rp 848,8 juta) untuk yang dirawat.

Otoritas Korea Selatan hingga saat ini telah melaporkan total 13.551 kasus virus corona dengan jumlah kematian sebanyak 289 orang, jauh lebih rendah daripada kebanyakan negara.

Sumber : UNTV News and Rescue, Reuters, Yahoo News

Loading

You cannot copy content of this page